#Softskill Dosen Rouzal Hardadi (TUGAS 4)




MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA
SOFTSKILL TUGAS 4




Disusun Oleh :

Mayanti Debora
                                                     
NPM                                26214514
Kelas                               1EB32




UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015




KATA PENGANTAR

Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah, yang mengenai mata kuliah Perekonomian Indonesia ini dengan tepat waktu. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Rouzal Hardadi selaku dosen mata kuliah Softskill Perekonomian Indonesia yang telah memberikan tugas makalah kepada kami guna memenuhi nilai akademik kami.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan mengenai perekonomian di Indonesia. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kami dapat memperbaiki makalah kami berikutnya.
Kami juga meminta maaf apabila ada kesalahan dan adanya kata- kata yang kurang berkenan. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi yang berguna untuk para pembaca serta bermanfaat untuk membangun wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.

Bekasi, 12 Juni 2015



Penyusun






DAFTAR ISI


Kata Pengantar                                                                                                                       

Daftar Isi                                                                                                                                 

Bab I Pendahuluan
                                                                   
          1.1       Latar Belakang                                                                                           
1.2       Rumusan Masalah                                                                                         
          1.3       Tujuan Penulis                                                                                                

          1.4       Manfaat Penulisan                                                                                         

                                                                                   

Bab II ISI



          2.1       Industrialisasi

                      2.1.1   Konsep dan Tujuan Industrialisasi                                                                                  2.1.2   Faktor- faktor Pendorong dan Penghambat Industrialisasi         
                      2.1.3   Permasalahan Industrialisasi                                                            
                      2.1.4   Strategi Pembangunan Sektor Industrialisasi                                
                      2.1.5   Data- data Statistik PDB Tahun- tahun Mutakhir Berdasarkan              
                                 Sektor dan Membandingkan Peran Sektor Industri dengan
                                 Faktor Lainnya
                                                                       
2.2       Neraca Pembayaran dan Tingkat Ketergantungan Pada Modal Asing

                      2.2.1   Neraca Pembayaran                                                                        
                      2.2.2   Modal                                                                                               
                      2.2.3   Utang Luar Negeri                                                                            

Bab III Penutup

3.1 Kesimpulan                                                                                                          
3.2 Saran                                                                                                                      

Daftar Pustaka                                                                                                                     
 


                                               BAB I
PENDAHULUAN


1.1     Latar Belakang     
        Berdasarkan sejarah konsep industrialisasi pada abad 18 yang dimulai di Inggris dalam penemuan metode baru pemintalan dan produksi kapas, yang selanjutnya disusul dengan pembuatan besi baja, kereta api dan kapal tenaga uap, sampai bermunculannya inovasi- inovasi baru seiring dengan kemajuan teknologi dan SDM yang berkualitas yang mendorong terjadinya kegiatan industrialisasi di Indonesia.
        Sejarah ekonomi di dunia menunjukkan bahwa industrialisasi akan menguatkan struktur ekonomi di banyak negara, yang dahulu berbasis sektor pertanian menjadi sektor industri. Indonesia terus mengalami perkembangan dan peningkatan dari waktu ke waktu baik dari segi manajemen industri, ataupun teknologi industri. Ini merupakan kebanggaan bagi Indonesia untuk mencapai pembangunan ekonomi guna mencapai tingkat pendapatan per kapita yang tinggi.
        Untuk menjadikan sebuah negara yang memiliki kemajuan dibidang industri, maka negara tersebut harus terlebih dahulu mengetahui konsep dan tujuan dari indusrtialisasi, faktor- faktor pendorong dan penghambat dari kegiatan industrialisasi beserta permasalahan apa saja yang telah terjadi menyangkut kegiatan sektor industri di beberapa negara. Kegiatan industrialisasi membawa dampak tersendiri di masing- masing negara, hal ini bergantung pada kerjasama masing- masing pelaku ekonomi dalam meningkatkan perekonomian di sektor industri.                                                         Selain itu kita juga harus menjaga Sumber Daya Alam (SDA) hal ini tentu akan menunjang hasil dari sektor industri, karena sebagaimana kita tahu industri adalah suatu kegiatan atau usaha yang dilakukan dalam mengelola bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi, yang dimana barang jadi ini memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Pernyataan tersebut serupa dengan yang tertulis dalam UU No. 5 Tahun 1984 tentang perindustrian.


1.2     Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana konsep dan tujuan industrialisasi?
2.      Bagaimana faktor- faktor pendorong dan penghambat industrialisasi?
3.      Bagaimana permasalahan industrialisasi?
4.      Bagaimana strategi pembangunan sektor industialisasi?
5.      Bagaimana data- data statistik PDB tahun- tahun mutakhir beradasarkan sektor dan bagaimana      perbandingan dari peran sektor industri dengan faktor lainnya?
6.      Bagaimana neraca pembayaran, tingkat ketergantungan pada modal asing, dan utang luar negeri?



1.3     Tujuan Penulis
          Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai berikut:

1.      Menjelaskan konsep dan tujuan industrialisasi.
2.      Menjelaskan faktor- faktor pendorong dan penghambat industrialisasi.
3.      Menjelaskan permasalahan di sektor industrialisasi.
4.      Menjelaskan strategi pembangunan sektor industialisasi.
5.      Menjelaskan data- data statistik PDB tahun- tahun mutakhir beradasarkan sektor dan menjelaskan perbandingan dari peran sektor industri dengan faktor lainnya.
6.      Menjelaskan neraca pembayaran, tingkat ketergantungan pada modal asing, dan utang luar negeri.


1.4     Manfaat Penulisan
          Manfaat bagi penulis yakni menambah wawasan dibidang ekonomi, khususnya mengenai sektor industrialisasi di Indonesia. Mengerti dan memahami konsep dan tujuan industrialisasi, faktor- faktor pendorong serta penghambat industrialisasi. Mengetahui permasalahan apa saja yang terjadi khususnya di sektor industrialisasi, serta dapat mengetahui strategi apa yang dilakukan untuk melakukan pembangunan di bidang industrialisasi. Pembaca juga dapat mengetahui bagaimana data- data statistik PDB pada sektor industri. Selain itu kita juga dapat menambah informasi mengenai neraca pembayaran, tingkat ketergantungan modal asing dan utang luar negeri. Semua informasi tersebut dapat digunakan sebagai sumber pengetahuan yang dapat membangun pandangan generasi muda mengenai sistem ekonomi di Indonesia pada sektor industrialisasi.








BAB II
ISI


2.1.1  Konsep dan Tujuan Industrialisasi  

 Industri adalah bidang mata pencaharian yang menggunakan keterampilan dan ketekunan kerja dan penggunaan alat-alat di bidang pengolahan hasil-hasil bumi dan distribusinya sebagai dasarnya. Maka industri umumnya dikenal sebagai mata rantai selanjutnya dari usaha-usaha untuk mencukupi kebutuhan (ekonomi) yang berhubungan dengan bumi, yaitu sesudah pertanian, perkebunan dan pertambangan yang berhubungan erat dengan tanah. Kedudukan industri semakin jauh dari tanah, yang merupakan basis ekonomi, budaya dan politik.
Istilah industrialisasi secara ekonomi diartikan sebagai kegiatan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi, dapat pula diartikan sebagai himpunan perusahaan-perusahaan sejenis dimana kata industri dirangkai dengan kata yang menerangkan jenis industrinya. Misalnya, industri obat-obatan, industri garmen, industri perkayuan, dsb.
Awal konsep industrialisasi revolusi industri terjadi pada abad 18 di Inggris dalam penemuan metode baru pemintalan dan produksi kapas yang menciptakan spesialisasi produksi dan peningkatan produktivitas dari faktor yang digunakan. Selanjutnya penemuan baru pada pengolahan besi dan mesin uap sehingga mendorong inovasi dalam pembuatan besi baja, kereta api dan kapal tenaga uap.
Revolusi industri kedua akhir abad 18 dan awal abad 19 dengan berbagai perkembangan teknologi dan inovasi membantu laju industrialisasi. Setelah PD II muncul berbagai teknologi baru seperti produksi masal dengan menggunakan assembly line, tenaga listrik, kendaraan bermotor, penemuan barang sintetis dan revolusi teknologi komunikasi, elektronik, bio, computer, dan penggunaan robot, dan begitu seterusnya, inovasi-inovasi baru terus bermunculan. Industri merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin pertumbuhan ekonomi.
Hanya beberapa negara dengan penduduk sedikit & kekayaan alam melimpah seperti Kuwait & libya ingin mencapai pendapatan yang tinggi tanpa industrialisasi. Tujuan pembangunan industri nasional baik jangka menengah maupun jangka panjang ditujukan untuk mengatasi permasalahan dan kelemahan baik di sektor industri maupun untuk mengatasi permasalahan secara nasional, yaitu :
1.      Meningkatkan penyerapan tenaga kerja industri.
2.      Meningkatkan ekspor Indonesia dan pember-dayaan pasar dalam negeri.
3.      Memberikan sumbangan pertumbuhan yang berarti bagi perekonomian.
4.      Mendukung perkembangan sektor infrastruktur.
5.      Meningkatkan kemampuan teknologi.
6.      Meningkatkan pendalaman struktur industri dan diversifikasi produk.
7.      Meningkatkan penyebaran industri.


2.1.2  Faktor- faktor Pendorong dan Penghambat Industrialisasi
           
Faktor- faktor Pendorong Industrialisasi yakni sebagai berikut:

·         Kemampuan teknologi dan inovasi yang maju.
·         Laju pertumbuhan pendapatan nasional per kapita.
·         Kondisi dan struktur awal ekonomi dalam negeri.
·         Besar pangsa pasar DN yang ditentukan oleh tingkat pendapatan dan jumlah penduduk.
·         Ciri industrialisasi yaitu cara pelaksanaan industrialisasi seperti tahap implementasi.
·         Keberadaan SDA (Sumber Daya Alam) yang melimpah.
·         Kebijakan/strategi pemerintah seperti tax holiday dan bebas bea masuk bagi industri orientasi ekspor.
·         Letak Indonesia yang strategis untuk pemasaran hasil dari produksi industri.
·         Bentuk negara kepulauan sehingga memudahkan jaringan lalu lintas air berkembang dengan baik serta memiliki kapasitas angkut yang besar.
·         Jumlah penduduk yang besar sebagai faktor tenaga kerja dan faktor pemakai (konsumen).
·         Adanya kerja sama badan industri yang bersifat regional dan internasional
·         Kerja sama dengan negara- negara asing yang besar untuk menanamkan modal di Indonesia, hal ini dikarenakan adanya Undang- undang yang mengatur penanaman modal asing di Indonesia yang sifatnya saling menguntungkan.

Faktor- Faktor Penghambat Industialisasi yakni sebagai berikut:
·         Kualitas sumber daya manusia yang kurang.
·         Modal yang terbatas.
·         Penyebaran penduduk yang tidak merata sekarang menyebabkan penyebaran hasil atau kegiatan pemasaran industri yang juga tidak merata.
·         Mutu barang yang masih kalah bersaing dengan negara-negara lain.
·         Daya beli masyarakat yang masih rendah yang dapat disebabkan masalah perekonomian.
·         Modal dalam negeri yang masih terbatas.
·         Teknologi yang kurang maju.
·         Tenaga terampil atau SDM yang masih terbatas.
·         Jaringan komunikasi yang masih belum memadai.
·         Bahan baku jenis barang-barang bermutu sangat bergantung dari negara lain.
·         Barang yang dihasilkan tidak sesuai selera konsumen.
·         Sikap masyarakat yang lebih memilih produk luar negeri.




2.1.3  Permasalahan Industrialisasi

Kendala bagi pertumbuhan industri di dalam negeri adalah ketergantungan terhadap bahan baku serta komponen impor. Mesin-mesin produksi yang sudah tua juga menjadi hambatan bagi peningkatan produktivitas dan efisiensi. Permasalahan-permasalahan tersebut telah menurunkan daya saing industri dalam negeri. Kementerian Perindustrian telah mengidentifikasinya. Responsnya adalah dibuat Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri.

Namun, fakta di lapangan jauh dari harapan. Regulasi pemerintah pusat tak seiring dengan regulasi pemerintah daerah. Bahkan, di antara kementerian teknis bukan kebijakan sendiri-sendiri.Tahun 2010-2014, Kementerian Perindustrian menargetkan pertumbuhan industri nonmigas 8,95 persen dan kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto 24,67 persen. Ditargetkan total investasi 2010-2014 mencapai Rp 735,9 triliun.

Untuk mencapai target itu, Kementerian Perindustrian membuat kerangka pembangunan industri nasional. Kerangka itu yang akan menjadi acuan untuk membangkitkan industri agar siap menghadapi perdagangan bebas dan ASEAN Economic Community. Agar siap menghadapi itu semua, menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Anton Supit, peningkatan daya saing menjadi kunci utama. Leadership, mulai dari presiden hingga pejabat pemerintah lainnya, yang mau mengenakan produk dalam negeri juga tidak boleh diabaikan.

Permasalahan Industri Manufaktur di Indonesia
Secara umum, industry manufaktur di Negara-negara berkembang masih terbelakang jika dibandingkan dengan sector yang sama di Negara maju, walaupun di Negara-negara berkembanga ada Negara-negara yang industrinya sudah sangat maju.
Dalam kasus Indonesia, UNIDO (2000) dalam studinya mengelompokkan masalah yang dihadapi industry manufaktur nasional ke dalam 2 kategori, yaitu kelemahan yang bersifat structural dan yang bersifat organisasi.

Ø  Kelemahan-kelemahan structural, diantaranya:
1.      Basis ekspor dan pasarnya yang sempit.
2.      Ketergantungan impor yang sangat tinggi.
3.      Tidak adanya industry berteknologi menengah.
4.      Konsentrasi regional.

Ø  Kelemahan-kelemahan organisasi, diantaranya:
1.      Industri skala kecil dan menengah (IKM) masih under developed.
2.      Konsentrasi pasar.
3.      Lemahnya kapasitas untuk menyerap dan mengembangkan teknologi.
4.      Lemahnya SDM.



2.1.4  Strategi Pembangunan Sektor Industrialisasi

Strategi pelaksanaan  industrialisasi :

1. Strategi substitusi impor (Inward Looking).
Bertujuan lebih menekankan pada pengembangan industri yang berorientasi pada pasar domestik, strategi subtitusi impor adalah industri domestik yang membuat barang menggantikan impor, yang dilandasi oleh pemikiran bahwa laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi dapat dicapai dengan mengembangkan industri dalam negeri yang memproduksi barang pengganti impor. Negara yang menggunakan strategi ini adalah Korea & Taiwan.

a.      Pertimbangan untuk menggunakan strategi substitusi impor yakni sebagai berikut:
o   Sumber daya alam & Faktor produksi cukup tersedia.
o   Potensi permintaan dalam negeri memadai.
o   Sebagai pendorong perkembangan industri manufaktur dalam negeri.
o   Kesempatan kerja menjadi luas.
o   Pengurangan ketergantungan impor, sehingga defisit akan berkurang.

b.      Penerapan strategi subtitusi impor dan hasilnya di Indonesia, yakni sebagai berikut:
o   Industry manufaktur nasional tidak berkembang baik selama orde baru.
o   Ekspor manufaktur Indonesia belum berkembang dengan baik.
o   Kebijakan proteksi yang berlebihan selama orde baru menimbulkan high cost economy.
o   Teknologi yang digunakan oleh industry dalam negeri, sangat diproteksi.

2. Strategi promosi ekspor (outward Looking)
Beorientasi ke pasar internasional dalam usaha pengembangan industri dalam negeri yang memiliki keunggulan bersaing. Rekomendasi agar strategi ini dapat berhasil :
o   Pasar harus menciptakan sinyal harga yang benar yang merefleksikan kelangkaan barang yang bisa baik pasar input maupun output.
o   Tingkat proteksi impor harus rendah.
o   Nilai tukar harus realistis.
o   Ada insentif untuk peningkatan ekspor.








2.1.5  Data- data Statistik PDB Tahun- tahun Mutakhir Berdasarkan Sektor dan Membandingkan Peran Sektor Industri dengan Faktor Lainnya

Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu ukuran dari hasil pembangunan. Pertumbuhan ekonomi menunjukkan pertumbuhan produksi barang dan jasa di suatu wilayah perekonomian dan dalam selang waktu tertentu. Produksi tersebut diukur dalam nilai tambah (value added) yang diciptakan oleh sektor-sektor ekonomi di wilayah bersangkutan yang secara total dikenal sebagai Produk Domestik Bruto (PDB). Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi adalah sama dengan pertumbuhan PDB.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik No. 12/02/Th. XIV, 7 Februari 2011 yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik, dapat kita lihat bersama bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup meningkat di tahun 2010, jika dibandingkan dengan tahun 2009. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan PDB tahun 2010 yang mencapai 6,1%. Berikut ini data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan yang sedang berjalan, yang saya peroleh berdasarkan data statistik BPS.
·         Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun 2010 meningkat sebesar 6,1% terhadap tahun 2009, terjadi pada semua sektor ekonomi, dengan pertumbuhan tertinggi di sektor pengangkutan dan komunikasi 13,5% dan terendah di sektor pertanian 2,9%. Sementara pertumbuhan PDB tanpa migas tahun 2010 mencapai 6,6%.
·         Besaran PDB Indonesia tahun 2010 atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.422,9 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan (tahun 2000) mencapai Rp2.310,7 triliun.
·         Secara triwulanan, PDB Indonesia Triwulan IV-2010 dibandingkan dengan Triwulan III-2010 (q-to-q) menurun sebesar 1,4%, tapi bila dibandingkan dengan Triwulan IV-2009 (y-on-y) tumbuh sebesar 6,9%
           



Pertumbuhan Ekonomi Tahun 2010
Perekonomian Indonesia pada tahun 2010 mengalami pertumbuhan sebesar 6,1% dibanding tahun 2009. Nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga konstan pada tahun 2010 mencapai Rp2.310,7 triliun, sedangkan pada tahun 2009 dan 2008 masing-masing sebesar Rp2.177,7 triliun dan Rp2.082,5 triliun. Bila dilihat berdasarkan harga berlaku, PDB tahun 2010 naik sebesar Rp819,0 triliun, yaitu dari Rp5.603,9 triliun pada tahun 2009 menjadi sebesar Rp6.422,9 triliun pada tahun 2010.
Selama tahun 2010, semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 13,5%, diikuti oleh sektor perdagangan, hotel dan restoran 8,7%, sektor konstruksi 7,0%, sektor jasa-jasa 6,0%, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan 5,7%, sektor listrik, gas dan air bersih 5,3%, sektor industri pengolahan 4,5%, sektor pertambangan dan penggalian 3,5%, dan sektor pertanian 2,9%. Pertumbuhan PDB tanpa migas pada tahun 2010 mencapai 6,6% yang berarti lebih tinggi dari pertumbuhan PDB secara keseluruhan yang besarnya 6,1%.
Sektor perdagangan, hotel dan restoran yang mengalami pertumbuhan sebesar 8,7% memberikan sumbangan terhadap sumber pertumbuhan terbesar terhadap total pertumbuhan PDB yaitu sebesar 1,5%. Selanjutnya diikuti oleh sektor pengangkutan dan komunikasi dan sektor industri pengolahan yang memberikan peranan masing-masing sebesar 1,2% (Tabel 1).
Dapat kita lihat bersama bahwa pertumbuhan sektor industri memberikan kontribusi yang cukup berpengaruh bagi pertumbuhan PDB Indonesia secara keseluruhan. Walaupun hanya sebesar 4,5%. Dengan melihat hal tersebut, maka seharusnya kita semakin meningkatkan pertumbuhan di semua sektor, terutama di sektor-sektor yang persentase pertumbuhannya tidak terlalu tinggi, seperti pada sektor industri.



Perbandingan peran sektor industri dengan sektor lainnya
Dilihat dari peranan atau kontribusinya, sektor industri merupakan sektor yang menyumbang terbesar dalam PDB maka dalam proses pembangunan ekonomi sektor industri dijadikan prioritas pembangunan yang diharapkan mempunyai peranan penting.
Industri pengolahan adalah industri yang strategis. Industri ini dipandang mampu mendorong perekonomian Indonesia yang sedang berkembang. Dengan didukung oleh sumber daya manusia yang melimpah, maka sektor industri pengolahan diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Pada kenyataannya penyerapan tenaga kerja pada industri pengolahan kurang mampu untuk menyerap tenaga kerja yang tinggi.
Industri pengolahan menjadi leading sector sejak tahun 1990 hingga sekarang. Sebelum tahun 1990, yang menjadi leading sector adalah sektor pertanian. Perubahan tersebut menyebabkan pembangunan sektor industri merupakan prioritas utama pembangunan ekonomi tanpa mengabaikan pembangunan sektor lain. Perkembangan sektor industri pengolahan di Indonesia diantaranya dapat dilihat melalui kontribusi terhadap PDB.

Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2010

Kinerja perekonomian Indonesia pada Triwulan IV-2010 yang digambarkan oleh PDB atas dasar harga konstan 2000 menurun sebesar 1,4% dibanding triwulan sebelumnya (q-to-q). Penurunan tersebut mengikuti pola triwulanan yang lalu yaitu mengalami kontraksi pada Triwulan IV setelah terjadi kenaikan pada Triwulan III.
Pertumbuhan negatif pada Triwulan IV-2010 ini disebabkan karena sektor pertanian mengalami penurunan cukup signifikan sebesar 20,3% karena siklus musiman. Sedangkan sektor-sektor lainnya selama Triwulan IV-2010 mengalami pertumbuhan positif yaitu: sektor pengangkutan dan komunikasi tumbuh 3,7%, sektor jasa-jasa tumbuh 2,5%, sektor konstruksi tumbuh 2,5%, sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 1,7%, sektor industri pengolahan tumbuh 1,4%, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 1,3%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 0,7%, serta sektor pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 0,6% (Tabel 2).
Selanjutnya, perekonomian Indonesia pada Triwulan IV-2010 bila dibandingkan dengan Triwulan IV-2009 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 6,9%. Pertumbuhan tersebut terjadi pada semua sektor ekonomi yaitu: sektor pengangkutan dan komunikasi mencapai pertumbuhan tertinggi sebesar 15,5%, sektor perdagangan, hotel dan restoran tumbuh 8,4%, sektor jasa-jasa tumbuh 7,5%, sektor konstruksi tumbuh 6,7%, sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan tumbuh 6,3%, sektor industri pengolahan tumbuh 5,3%, sektor listrik, gas dan air bersih tumbuh 4,3%, sektor pertambangan dan penggalian tumbuh 4,2%, serta sektor pertanian tumbuh 3,8%.


Struktur PDB Menurut Lapangan Usaha Tahun 2008—2010
Distribusi PDB menurut sektor ekonomi atau lapangan usaha atas dasar harga berlaku menunjukkan peranan dan perubahan struktur ekonomi dari tahun ke tahun. Tiga sektor utama yaitu : sektor industri pengolahan, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mempunyai peranan sebesar 53,8% tahun 2010. Sektor industri pengolahan memberi kontribusi sebesar 24,8%, sektor pertanian dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mempunyai peranan masing-masing sebesar 15,3% dan 13,7%.


Dibandingkan dengan tahun 2008 dan 2009, pada tahun 2010 terjadi peningkatan peranan pada beberapa sektor kecuali : sektor industri pengolahan turun dari 27,8% menjadi 24,8% dan sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan turun dari 7,5% menjadi 7,2%. Peranan sektor pertanian naik dari 14,5% menjadi 15,3% , sektor konstruksi naik dari 8,5% menjadi 10,3%, sektor pengangkutan dan komunikasi naik dari 6,3% menjadi 6,5%, dan sektor jasa-jasa naik dari 9,7% menjadi 10,2%. Selanjutnya jika dilihat secara total, peranan PDB tanpa migas naik dari 89,5% pada tahun 2008 menjadi 91,7% pada tahun 2009 dan 92,2% pada tahun 2010. Berdasarkan data yang disajikan di atas, kita dapat melihat bahwa peranan sektor industri saat ini mengalami penurunan jika dibanding dengan tahun 2008 dan 2009.

2.2.1  Neraca Pembayaran        
                               
Neraca pembayaran internasional (Balance of Payment) merupakan catatan yang tersusun secara sistematis mengenai seluruh transaksi ekonomi internasional yang dilakukan penduduk suatu negara itu dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun. Pengertian penduduk di dalam suatu neraca pembayaran internasional meliputi orang perorangan, badan hukum, dan pemerintah.

Transaksi ekonomi internasional yang dicatat dalam neraca pembayaran internasional dapat digolongkan menjadi dua yaitu transaksi debit dan kredit. Transaksi debit adalah transaksi yang menimbulkan kewajiban bagi penduduk suatu negara untuk melakukan pembayaran kepada penduduk negara lain, sedangkan transaksi kredit adalah transaksi yang menimbulkan hak bagi penduduk suatu negara untuk menerima pembayaran dari penduduk negara lain.

Necara pembayaran memiliki dua sisi, yaitu kredit dan debit.
1.      Transaksi debit, adalah transaksi yang mengakibatkan bertambahnya kewajiban bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk mengadakan pembayaran kepada penduduk negara lain. Contoh: Indonesia membeli jasa dari Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan kewajiban untuk mengadakan pembayaran kepada Malaysia, sehingga transaksi jasa tersebut merupakan transaksi debit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda minus (–).

2.      Transaksi kredit, adalah transaksi yang mengakibatkan timbul atau bertambahnya hak bagi penduduk negara yang mempunyai neraca pembayaran tersebut untuk menerima pembayaran dari negara lain. Contoh: Indonesia menjual jasa ke Malaysia, maka transaksi tersebut menimbulkan hak untuk menerima pembayaran dari Malaysia, maka transaksi tersebut merupakan transaksi kredit yang dicatat dalam neraca pembayaran dengan tanda positif (+).
Komponen Neraca Pembayaran

Pada dasarnya neraca pembayaran mempunyai dua komponen, yaitu neraca transaksi berjalan dan arus modal.

1. Transaksi Berjalan

Transaksi berjalan memberikan gambaran tentang nilai transaksi yang diakibatkan oleh kegiatan perdagangan barang dan jasa. Dengan demikian data yang ditunjukkan menggambarkan nilai barang (seperti karet, minyak, hasil industri manufaktur) dan jasa (seperti pelancongan, keuntungan dari investasi di luar negeri dan biaya pengangkutan) yang diperdagangkan. Dengan demikian dalam transaksi berjalan dicatat transaksi-transaksi berikut ini.
  • Ekspor dan impor barang.
  • Ekspor dan impor jasa (misalnya: transaksi dalam kegiatan pengangkutan, kegiatan perjalanan luar negeri, dan pendapatan dari investasi modal). 
Perbedaan antara nilai ekspor dan nilai impor barang-barang disebut neraca perdagangan. Suatu negara dikatakan mempunyai surplus jika dalam neraca perdagangan nilai ekspor melebihi nilai impor.

2. Arus Modal

Transaksi modal menggambarkan aliran keluar masuk modal di antara Indonesia dengan negara-negara lain. Dalam arus modal, dicatat dua golongan transaksi, yaitu:
  • Aliran modal pemerintah. Aliran ini dapat berupa pinjaman dan bantuan dari negara-negara asing yang diberikan kepada pemerintah.
  • Aliran modal swasta. Aliran modal swasta, terdiri atas investasi langsung, investasi portofolio, dan amortisasi. Investasi langsung adalah investasi untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan. Investasi portofolio adalah investasi dalam bentuk membeli saham-saham di negara lain. Amortisasi adalah pembelian kembali saham-saham atau kekayaan lain yang pada masa lalu telah dijual kepada penduduk negara lain.
Fungsi Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran sangat penting dan perlu dibuat oleh suatu negara. Fungsi neraca pembayaran internasional antara lain sebagai berikut.
  1. Sebagai alat pembukuan agar pemerintah dapat mengambil keputusan yang tepat, mengenai jumlah barang dan jasa yang sebaiknya keluar atau masuk dalam batas wilayah suatu negara serta untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai anggaran alat-alat pembayaran luar negerinya.
  2. Sebagai alat untuk mengukur kondisi ekonomi yang terkait dengan perdagangan internasional dari suatu negara. Sebagai alat untuk melihat gambaran pengaruh transaksi luar negeri terhadap pendapatan nasional negara yang bersangkutan.
  3. Sebagai alat untuk memperoleh informasi rinci terkait dengan perdagangan luar negeri.
  4. Sebagai alat untuk membandingkan pos-pos dalam neraca pembayaran negara tersebut dengan negara tertentu.
  5. Sebagai alat kebijakan moneter yang akan dilaksanakan oleh suatu negara.

Laporan neraca pembayaran terdiri dari beberapa komponen utama. Adapun komponen neraca pembayaran yang banyak menjadi perhatian para pelaku perdagangan mata uang asing adalah rekening berjalan, rekening modal dan rekening cadangan resmi.
Rekening Berjalan (Current Account)

Rekening berjalan, atau current account menunjukkan transaksi internasional yang terdiri dari barang, jasa dan transfer unilateral yang dihasilkan dalam periode tertentu. Selisih nilai antara barang-barang ekspor dan impor disebut neraca perdagangan, atau balance of trade. Transaksi ekspor impor barang dan jasa dicatat dalam neraca barang dan jasa, atau balance on goods and service. Bantuan atau hibah luar negeri dicatat dalam transfer unilateral. Jika total barang impor lebih besar daripada barang ekspor, maka disebut defisit perdagangan. Jika nilai barang ekspor lebih besar daripada impor disebut surplus perdagangan.
Rekening Modal (Capital Account)
Rekening modal, atau capital account merupakan penerimaan bersih dari transaksi modal. Misalkan pembelian saham, obligasi, pinjaman bank dan lain-lain. Rekening modal menunjukkan besarnya investasi asing di dalam negeri dan investasi domestik di luar negeri. Penjualan aset ke luar negeri dicatat sebagai kredit, bertanda positif karena menghasilkan aliran modal masuk, atau capital inflow. Pembelian aset dicatat sebagai debit, bertanda negatif karena mengakibatkan aliran modal ke luar, atau capital outflow. Jika aliran modal masuk lebih besar dibandingkan aliran modal ke luar, maka rekening modal akan mengalami surplus.
Rekening Cadangan (Reserve Account)
            Rekening cadangan, atau reserve account merupakan rekening yang mencatat seluruh transaksi pembelian atau penjualan yang melibatkan aset-aset cadangan resmi negara. Intervensi bank sentral di pasar valuta asing dengan membeli atau menjual mata uang domestik merupakan transaksi yang dicatat pada rekening cadangan. Jumlah antara neraca berjalan dengan neraca modal adalah neraca transaksi cadangan resmi atau official reserve transaction balance. Dengan demikian Surplus atau defisit pada neraca pembayaran mencerminkan surplus atau defisit pada neraca transaksi cadangan resmi.




Formula Neraca Pembayaran
Secara aljabar Neraca pembayaran dapat diformulasikan sebagai berikut:


BOP = (X – M) + (CI – CO) + (FB) 

BOP = neraca pembayaran
X – M = neraca transaksi berjalan yang merupakan selisih antara nilai ekspor dan impor barang dan jasa.
CI – CO = neraca transaksi modal yang merupakan selisih antara nilai capital inflow, CI dan capital outflow, CO.
FB = neraca cadangan resmi negara.

Kesetimbangan Neraca Pembayaran 

Jika dalam keadaan kesetimbangan, maka neraca pembayaran sama dengan nol. Jumlah antara neraca transaksi berjalan dengan neraca modal adalah neraca cadangan resmi negara dengan tanda yang berlawanan. Neraca cadangan resmi menunjukkan jumlah bersih dari cadangan internasional yang harus bergerak antar pemerintah untuk membiayai transaksi internasionalnya. Pada keadaan kesetimbangan BOP = 0, maka cadangan resmi negara adalah:


O = (X – M) + (CI – CO) + (FB)

(X – M) + (CI – CO) = – (FB)

Jika jumlah neraca transaksi berjalan dan neraca modal lebih besar daripada nol, maka terjadi surplus permintaan terhadap mata uang domestik. Adanya surplus permintaan terhadap mata uang domestik berdampak pada apresiasinya mata uang domestik dan depresiasinya mata uang asing.
Negara yang menganut sistem kurs mengambang tidak berkewajiban untuk ikut menentukan kurs mata uang negaranya. Sehingga tidak terjadi transaksi penjualan maupun pembelian terhadap cadangan devisa resmi negara. Dengan demikian cadangan devisa resmi dapat dianggap nol. Jika FB = 0, maka BOP dapat diformulasikan sebagai berikut:



BOP = (X – M) + (CI – CO)




Ketidaksetimbangan Neraca Pembayaran

Pada keadaan tidak dalam kesetimbangan, maka BOP akan menjadi surplus atau defisit. Neraca transaksi berjalan dan neraca modal tidak sama dengan nol, maka secara otomatis kurs mata uang asing akan berubah untuk penyesuaian agar BOP menjadi nol. Jika dimisalkan neraca berjalan defisit dan neraca modal adalah sama dengan nol, maka BOP akan menjadi kurang daripada nol, atau BOP akan mengalami defisit. Kondisi ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut:
BOP = (X – M) + (CI – CO) + (FB)
Jika X – M < 0 dan CI – CO = 0 sedangkan FB = 0,  maka
(X – M) + (0) + (0)  < 0 maka
BOP < 0 atau BOP mengalami defisi
Pada kondisi ini ada kelebihan penawaran mata uang domestik atau ada kelebihan permintaan mata uang asing. Kondisi ini membutuhkan sejumlah mata uang asing agar dapat menutupi defisit.
Namun pada negara yang menganut sistem kurs mengambang, neraca cadangan devisa resmi adalah sama dengan nol. Sehingga untuk menutupi defisit dapat diselesaikan melalui mekanisme pasar.
Di pasar valuta asing akan terjadi perubahan nilai tukar mata uang domestik menjadi lebih rendah atau mata uang domestik mengalami depresiasi. Perubahan nilai tukar ini akan menyebabkan nilai BOP menjadi nol. Dalam hal ini kesetimbangan neraca pembayaran tercapai dengan mekanisme perubahan kurs di pasar valuta asing.










2.2.2  Modal

Modal adalah sesutu yang sangat dibutuhkan di dalam sebuah perusaan , salah satu yang utama di dalam perusahaan adalah ini. modal itu banyak macam macamnya .modal adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menjalankan suatu usaha perusahaan. modal juga dapat dari dalam perusahan atau yang penambahan dari pihak pemilik perusaan dan juga dari pihak lain . modal sangat besar mempengaruhi dalam jalanya suatu hidupnya perusahaan. penentuan modal yang baik di dalam perusahaan dapat mempengaruhi jalanya kesuksesan perusahaan. Modal adalah segala nilai sesuatu aktiva yang dimiliki oleh perusahaan dan yang digunakan untuk mengahasilkan pendapatan .
Modal internal perusahaan:
Modal internal perusahaan dalah segala sesuatu yang ditanamkan oleh peusahaan seperti yang sudah disebutkan oleh pak sugiarto tadi dan yang dimana utnuk mengasilkan sesuatu pendapatan yang persenanya berdasarkan besarnya yang ditentukan oleh perusahaan 
modal eksternal perusahaan : 
Modal eksternal perusahaan adalah segala sesuatu modal yang dimiliki perusahaan dan besarnya modal eksternal juga ditentukan oleh perusahaan yang dimana modal eksternal biasanya didapat daripersetujuan atau pasar modal .
Pengertian modal menurut beberapa ahli:
a)      J. Fred Weston dan Thomas E Copeland (1996)
Modal adalah pembiayaan permanen yang terdiri dari utang jangka panjang, saham preferen, dan modal pemegang saham.
b)     Menurut Frank J Fabozzi and Pamela Peterson (2000)
Capital structure is the combination of debt and equity
used to finance a firm’s projects. The capital structure of a firm is some mix of debt, internally generated equity, and new equity.
c)      Keown et.al (2000)
Struktur modal adalah paduan atau kombinasi sumber dana jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan.
d)     Farah Margaretha (2004)
Struktur modal menggambarkan pembiayaan permanen perusahaan yang terdiri atas utang jangka panjang dan modal sendiri.

e)      Menurut Robert C Higgins (2004)
Capital structure is the composition of the liabilities side of a company’s balance sheet, the mix of funding sources a company uses to finance its operations.
f)       Handono Mardiyanto (2009)
Struktur modal didefinisikan sebagai komposisi dan proposi utang jangka panjang dan ekuitas (saham preferen dan saham biasa) yang ditetapkan perusahaan.
g)      Ahmad Rodoni dan Herni Ali (2010)
Struktur modal adalah proposi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dimana dana yang diperoleh menggunakan kombinasi atau paduan sumber yang berasal dari dana jangka panjang yang terdiri dari dua sumber utama yakni yang berasal dari dalam dan luar perusahaan.
h)     Menurut Husnan Suad (2004)
Struktur modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dengan modal sendiri.
i)        Sabar Warsini (2003)
Struktur modal merupakan sumber pendanaan jangka panjang terdiri dari obligasi dan saham.
j)       Birgham dan Gapensi (1996) dalam penelitian Tinjung Desy Nursanti (2004)
Struktur modal merupakan proporsi atau perbandingan dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan, apakah dengan cara menggunakan utang, ekuitas, atau dengan menerbitkan saham.
k)     Bambang Riyanto (2001) dalam penelitian Hasa Nurrohim (2008)
Struktur modal adalah pembelanjaan permanen yang mencerminkan pertimbangan atau perbandingan antara utang jangka panjang dengan modal sendiri.
Struktur modal menunjukkan proposi atas penggunaan hutang untuk membiayai investasinya, sehingga dengan mengetahui struktur modal, investor dapat mengetahui keseimbangan antara risiko dan tingkat pengembalian investasinya.
Jadi, berdasarkan beberapa referensi tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa struktur modal adalah proposi dalam menentukan pemenuhan kebutuhan belanja perusahaan dengan sumber pendanaan jangka panjang yang berasal dari dana internal dan dana eksternal, dengan demikian struktur modal adalah struktur keuangan dikurangi utang jangka pendek. Sedangkan pengertian struktur keuangan menurut Farah Margaretha (2004) menggambarkan susunan keseluruhan sisi kredit neraca yang terdiri atas utang jangka pendek, utang jangka panjang, dan modal sendiri.
Utang jangka pendek tidak diperhitungkan dalam struktur modal karena utang jenis ini umumnya bersifat spontan (berubah sesuai dengan perubahan tingkat penjualan) sementara itu utang jangka panjang bersifat tetap selama jangka waktu yang relatif panjang (lebih dari satu tahun) sehingga keberadaannya perlu lebih dipikirkan oleh para manajer keuangan. Itulah alasan utama mengapa struktur modal hanya terdiri dari utang jangka panjang dan ekuitas. Karena alasan itu pulalah biaya modal hanya mempertimbangkan sumber dana jangka panjang (Handono Mardiyanto, 2009).
Kebutuhan dana yang berasal dari dalam atau sering disebut modal sendiri adalah modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri seperti cadangan laba yang berasal dari pemilik seperti modal saham. Modal inilah yang menjadi tanggungan terhadap keseluruhan resiko perusahaan dan dijadikan jaminan bagi kreditor. Sedangkan dana yang berasal dari luar adalah modal yang berasal dari kreditur (panyandang dana), modal inilah yang merupakan utang bagi perusahaan yang bersangkutan (Bambang Riyanto, 1980).
Tujuan dari manajemen struktur modal atau capital structure management adalah menggabungkan sumber – sumber dana yang digunakan perusahaan untuk membiayai operasi. Dengan kata lain, tujuan ini dapat dilihat sebagai pencarian gabungan dana yang akan meminimumkan biaya modal dan dapat memaksimalkan harga saham. Struktur modal yang demikian, dapat kita sebut sebagai struktur modal yang optimal (Ahmad Rodoni dan Herni Ali, 2010).
Konsep penting manajemen modal adalah masalah sumber dana dan penggunaan dana. Dana dapat dipenuhi dari sumber intern ataupun sumber ekstern perusahaan. Dana tersebut dialokasikan untuk membelanjai aktiva perusahaan. Pada hakekatnya, pemenuhan dan pengalokasian dana menyangkut masalah keseimbangan finansial dalam perusahaan, yaitu mengadakan keseimbangan finansial antara aktiva dengan pasiva tersebut dengan sebaik – baiknya. Keseimbangan finansial dapai dicapai, apabila perusahaan tersebut selama menjalankan fungsinya tidak menghadapi gangguan – gangguan finansial yang disebabkan tidak adanya keseimbangan antara jumlah modal yang tersedia dengan modal yang dibutuhkan.
Menurut Bambang Riyanto (2001) di dalam penelitian Elyana Noor Andriyanti (2007) ada dua pedoman structure financial yaitu pedoman structure financial vertical dan pedoman structure financial horizontal. Pedoman structure financial vertical memberikan batas rasio yang harus dipertahankan oleh suatu perusahaan mengenai besarnya modal pinjaman atau  hutang dengan besarnya jumlah modal sendiri.
Berdasarkan anggapan bahwa pembelanjaan yang sehat itu awalnya harus dibangun atas dasar modal sendiri, maka pedoman structure financial tersebut menetapkan bahwa besarnya jumlah modal pinjaman atau hutang dalam suatu perusahaan dalam keadaan bagaimanapun tidak boleh melebihi besarnya jumlah modal sendiri. Dengan demikian angka perbandingan antara jumlah hutang dengan jumlah modal sendiri tidak boleh lebih dari 100%.
Adapun structure financial horizontal memberikan batas rasio antara besarnya jumlah modal sendiri dengan besarnya jumlah aktiva tetap ditambah persediaan bersih. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan bahwa dana yang terkait dalam aktiva tetap ditambah persediaan bersih akan tetap tertanam di dalam  perusahaan, sehingga sifat kebutuhan dananya adalah permanen. Sumber dana yang permanen atau sumber dana yang akan tetap tertanam dalam perusahaan adalah modal sendiri.

2.2.3  Utang Luar Negeri

Utang luar negeri atau pinjaman luar negeri, adalah sebagian dari total utang suatu negara yang diperoleh dari para kreditor di luar negara tersebut. Penerima utang luar negeri dapat berupa pemerintah, perusahaan, atau perorangan. Bentuk utang dapat berupa uang yang diperoleh dari bank swasta, pemerintah negara lain, atau lembaga keuangan internasional seperti IMF dan Bank Dunia.
Utang asing (utang luar negeri/ULN) Indonesia terus meningkat. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi utang asing Indonesia pada akhir Februari 2015 sebesar USD 298,9 miliar (setara Rp 3.832 triliun) atau naik 9,4 persen (yoy) jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Meskipun mengalami pertumbuhan, posisi itu lebih rendah daripada kenaikan pada Januari 2015 sebesar 10,5 persen (yoy) atau USD 299,4 miliar (Rp 3.838,4 triliun). (Jpnn.com)
Faktor-Faktor Penyebab Hutang Luar Negeri
Ada beberapa penyebab meningkatnya utang Luar negeri Indonesia secara umum yaitu:
1.      Defisit Transaksi Berjalan (TB)
TB merupakan perbandingan antara jumlah pembayaran yang diterima dari luar negeri dan jumlah pembayaran ke luar negeri. Dengan kata lain, menunjukkan operasi total perdagangan luar negeri, neraca perdagangan, dan keseimbangan antara ekspor dan impor, pembayaran transfer.
2.      Meningkatnya kebutuhan investasi
Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa-masa yang akan datang.”
3.      Meningkatnya Inflasi.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Laju inflasi mempengaruhi tingkat suku bunga, karena ekspektasi inflasi merupakan komponen suku bunga nominal.
Penggunaan Hutang Luar Negeri
Penggunaan hutang luar negeri untuk sektor pertambangan mencapai USD 25,5 miliar. Hutang luar negeri yang digunakan untuk listrik, gas dan air bersih mencapai USD 20,4 miliar. Sektor jasa atau service menggunakan hutang luar negeri sebesar USD 17,5 miliar disusul sektor pengangkutan dan komunikasi dengan hutang luar negeri mencapai USD 12,8 miliar.
Untuk sektor bangunan perumahan dan gedung, posisi hutang luar negerinya mencapai USD 10,9 miliar. Sektor pertanian, peternakan dan kehutanan mencatat hutang USD 8,9 miliar. Sektor perdagangan, hotel dan restoran dengan posisi hutang luar negerinya mencapai USD 7,5 miliar. Sektor lain sebesar USD 16,7 miliar.
Data hutang Indonesia dari tahun 2010 s/d 2013
·         Tahun 2010: Rp 1.676,15 triliun (26%)
·         Tahun 2011: Rp 1.803,49 triliun (25%)
·         Tahun 2012: Rp 1.975,42 triliun (27,3%)
·         September 2013: Rp 2.273,76 triliun (27,5%)
·         November 2013: Rp. 3.148 triliun
Masalah – Masalah Yang Disebabkan Terjadinya Hutang Luar Negeri
            Beberapa masalah yang timbul akibat terjadinya hutang luar negeri, antara lain :
a)      Banyak modal yang dibutuhkan untuk membangun sarana dan prasarana.Pemerintah merupakan penggerak utama perekonomian di sebagian besarnegara-negara yang sedang berkembang, oleh karena itu pemerintah membutuhkanbanyak modal untuk membangun berbagai prasarana dan sarana, namun kemampuan financial atau keuangan yang dimiliki pemerintah masih terbatas atau kurang, disinilah munculnya hutang kepada luar negri.

b)      Pemerintah Indonesia harus menambah hutang luar negeri yang baru untuk membayar hutang luar negeri yang lama yang telah jatuh tempo.

c)      Datangnya modal dari luar negeri.
Modal dari luar negeri dapat digunakan untuk mendukung program pembangunan nasional pemerintah, sehingga target pertumbuhan ekonomi nasional. Tetapi pada sisi lain, diterimanya modal asing tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah dalam jangka panjang, baik ekonomi maupun politik, bahkan pada beberapa negara-negara yang sedang berkembang menjadi beban yang seolah-olah tak terlepaskan, yang justru menyebabkan berkurangnya tingkat kesejahteraan rakyatnya.


Dampak Hutang Luar Negri dalam Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Ø  Pinjaman luar negeri dalam jangka pendek, dapat menutup defisit APBN, dan ini jauh lebih baik dibandingkan jika defisit APBN, sehingga memungkinkan pemerintah untuk melaksanakan pembangunan dengan dukungan modal yang relatif lebih besar, tanpa disertai efek peningkatan tingkat harga umum. Dengan demikian pemerintah dapat melakukan ekspansi fiskal untuk mempertinggi laju pertumbuhan ekonomi nasional. Meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi berarti meningkatnya pendapatan nasional, yang selanjutnya memungkinkan untuk meningkatnya pendapatan per Kapita.

Ø  Pinjaman luar negeri dalam jangka panjang, ternyata hutang luar negeri dapat menimbulkan permasalahan ekonomi pada banyak negara debitur. Di samping beban ekonomi yang harus diterima rakyat pada saat pembayaran kembali, juga beban psikologis politis yang harus diterima oleh negara debitur akibat ketergantungannya dengan bantuan asing walaupun terdapat peningkatan pendapatan perkapita maupun laju pertumbuhan tinggi, bukan berarti bahwa Negara tersebut sudah maju tetapi dihitung juga dari banyaknya hhutang yang dimiliki Negara tersebut.

Solusi terhadap Hutang Luar Negeri
ü  Meningkatkan daya beli masyarakat, yakni melalui pemberdayaan ekonomi pedesaan    dan pemberian modal usaha kecil seluasnya.
ü  Meningkatkan pajak secara progresif terhadap barang mewah dan impor. Realitas yang ada saat ini pemerintah mengambil pajak barang mewah
ü  Konsep pembangunan yang berkesinambungan, berlanjut dan mengarah pada satu titik maksimalisasi kekuatan ekonomi nasional, melepaskan secara bertahap ketergantungan hutang luar negeri.
ü  Menggalakan kebanggaan akan produksi dalam negeri, meningkatkan kemauan dan kemampuan ekspor produk unggulan dan membina jiwa kewirausahaan masyarakat. Negeri Indonesia ini sebenarnya kaya akan sumber daya alam unggulan sehingga bila kita manfaatkan secara maksimal maka akan memberikan devisa Negara.
ü  Mengembangkan sumber daya manusia berkualitas dan menempatkan kesejateraan yang berkeadilan dan merata.




BAB III
PENUTUP


3.1     Kesimpulan
            Berdasarkan data- data diatas, baik data kualitatif maupun data kuantitatif yang dimana telah menjelaskan secara lebih jelas mengenai sektor industri. Maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa, suatu negara dapat dikatakan sebagai negara yang maju jika memiliki kemajuan di sektor industri.  Industri memberikan dampak tersendiri bagi suatu negara baik dampak positif maupun dampak negatif.
Dampak positif:
·         Meningkatkan devisa negara.
·         Menyerap tenaga kerja.
·         Meningkatkan pendapatan masyarakat.
·         Terbukanya usaha- usaha di sektor informal.
Dampak negatif:
·         Berkurangnya lahan pertanian.
·         Pencemaran lingkungan.
·         Terjadinya urbanisasi yang terlalu besar.
·         Terjadinya perubahan perilaku pada masyarakat.

Meskipun memiliki dampak, hal itu dapat dicegah dengan strategi yang telah dijelaskan sebelumnya. Karena industri tidak dapat dipisahkan dalam proses pembangunan karena merupakan mesin peningkat ekonomi, dan merupakan proses peralihan dari satu bentuk masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern dengan teknologi yang modern. Maka diperlukannya kerjasama dari berbagai pelaku ekonomi, baik pemerintah, masyarakat, tenaga ahli, dan lain- lain untuk melakukan inovasi- inovasi baru menuju industri yang maju dan mampu bersaing dengan negara- negara lain sehingga tercipta kehidupan masyarakat yang sejahtera. 
3.2     Saran
Dalam kesempatan ini kami memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk memperbaiki kesalahan baik dalam penulisan ataupun susunan kata dalam makalah ini. Karena kami sangat menerima segala kritik dan saran dari para pembaca untuk memperbaiki makalah kami selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA


kuswanto.staff.gunadarma .ac.id/.../7-INDUSTRIALISASI+DAN+P ERKEMBA NGAN.doc
Hanafi. M. M., 2003,”Manajemen Keuangan Internasional”, BPFE, Yogyakarta
Hady. H., 2004,”Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Keuangan Internasional”, Ghalia Indonesia,  Buku 2, Edisi Revisi, Jakarta.
Kuncoro. M., 1996,”Manajemen Keuangan Internasional, Pengantar Ekonomi dan Bisnis Global”, BPFE, Yogyakarta.



                                              


Comments

  1. Nama saya Cynthia Johnson. hipotek, pinjaman rumah, kredit mobil, pinjaman Hotel, tawaran komersial Umum Mr John Carlson, salah satu harus memperbarui semua situasi keuangan di dunia / perusahaan untuk membantu mereka yang terdaftar pinjaman uang pinjaman pribadi, pinjaman, kredit konstruksi, kredit bunga rendah tingkat modal dll 2%, pinjaman usaha dan buruk pinjaman kredit usaha, start up. Kami membiayai proyek di tangan dan perusahaan Anda / mitra dan saya juga ingin menawarkan pinjaman pribadi untuk klien mereka. hubungi kami melalui e-mail untuk informasi lebih lanjut: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com

    ReplyDelete
  2. KABAR BAIK!!!

    Nama saya Aris. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah penipuan oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

    Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

    Anda juga dapat menghubungi saya di email saya arissetymin@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: ladymia383@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

    ReplyDelete
  3. Halo pemirsa di seluruh dunia, Ada kabar baik untuk Anda semua hari ini dapatkan kartu ATM Kosong Anda yang berfungsi di semua mesin ATM di seluruh dunia. Kami memiliki program khusus kartu ATM yang dapat digunakan untuk meretas mesin ATM, kartu ATM dapat digunakan untuk menarik di ATM atau geser, di toko dan POS. Kami memberikan kartu ini kepada semua klien yang tertarik di seluruh dunia, Kami memberikan Kartu ATM Kosong. Apakah Anda ingin menjalani kehidupan yang baik yang dianggap ilegal, cara termudah untuk menjadi jutawan. itu juga memiliki teknik yang membuat CCTV tidak mungkin mendeteksi Anda dan Anda hanya dapat menarik sejumlah $ 5.000 Dolar dalam sehari di Mesin ATM juga tersedia saat pengiriman tunai. Kami memberikan hingga $ 10.000,00 hingga $ 1.000.000,00 Dolar Dengan layanan peretasan jaringan kami. Kami dapat Memulihkan semua uang Anda yang hilang ke Bitcoin dan mata uang Crypto lainnya, penipuan hipotek / realestate, dan ICO palsu dalam waktu 48 jam atau kurang. (Thomas Freddie Hackers) bekerja sama sebagai tim untuk melacak & memulihkan dana kembali dari PENCIPTA internet yang paling sulit. CATATAN!! Kami telah menerima laporan memilukan yang tak terhitung jumlahnya dari penipu terkenal dan kami berhasil memulihkannya kembali melalui kontak thomasunlimitedhackers@gmail.com

    Hubungi kami di ((Pemulihan Biner. Kelas Universitas. Menyeka Catatan Kriminal, Peretasan FB & IG, Telegram, Muatan & Peretasan Telepon)) membatasi kami dengan pekerjaan Anda & izinkan kami memberi Anda hasil positif dengan keterampilan peretasan kami. Kami bersertifikat dan privasi Anda 100% aman bersama kami. Jangan khawatir lagi tentang masalah keuangan Anda, Jika Anda membutuhkan layanan peretasan cyber lainnya, kami siap membantu Anda kapan saja, kapan saja, jadi hubungi kami melalui Alamat Email kami: thomasunlimitedhackers@gmail.com

    Salam
    THOMAS FREDDIE HACKER TANPA BATAS
    Kirim email ke thomasunlimitedhackers@gmail.com
    Telepon / SMS: +1 (985)465-8370
    Motto: Kami menawarkan layanan tercepat dan terpercaya

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

TUGAS 2 ETIKA PROFESI AKUNTANSI - DOSEN SRI WAHYU HANDAYANI

KASUS SUAP WAL-MART DI MEKSIKO