KASUS SUAP WAL-MART DI MEKSIKO


Nama        : Mayanti Debora
NPM          : 26214514
Kelas        : 4EB28

Kasus Suap Wal-Mart di Meksiko

Wal-Mart pertama kali dibuka di Rogers, Arkansas, pada tahun 1962 oleh Sam Walton. Kemudian pada tahun 2001, majalah Fortune menyebutkan Wal Mart sebagai perusahaan ketiga yang paling mengagumkan di Amerika dan Financial Times dan Pricewaterhouse Coopeer menempatkannya pada peringkat delapan sebagai perusahaan yang paling mengagumkan di dunia.  Pada tahun 2002 Wal-Mart menjadi perusahaan ritel terbesar di dunia, dengan penjualan sebesar $218 miliar, hal ini dikarenakan penjualan produk- produk yang bermerek dengan biaya yang rendah. Wal-Mart fokus untuk membuka cabangnya hampir di seluruh dunia, seperti di Jepang, Meksiko, Kanada, Inggris, Brazil, China, Amerika Tengah, dan India.
Pada tahun 2005, Wal-Mart Meksiko melakukan tindakan penyuapan kepada pemerintah lokal dalam hal pembuatan izin pembangunan toko melalui pihak ketiga. Tindakan yang dilakukan pada tahun 2005 ini baru muncul ke publik pada tahun 2012 melalui tuntutan dari Foreign Corrupt Practices Act (FCPA). Pada saat terjadi penyuapan di tahun 2005, pejabat Wal-Mart di Meksiko dan Amerika Serikat melakukan berbagai tindakan untuk menutupi kasus tersebut seperti: menghalangi investigasi kasus, menutup usaha dari investigator yang handal, mengarahkan permasalahan kepada kuasa hukum senior perusahaan, melemahkan protokol perusahaan untuk investigasi dan pelaporan, dan menaikkan jabatan petugas yang terlibat.
Kasus suap Wal-Mart terungkap melalui pemberitaan The New York Times yang mengutip keterangan berdasarkan beberapa sumber. Dalam tulisan tersebut dikatakan suap ini terungkap melalui surat elektronik yang diberikan seorang pengacara pada eksekutif Wal-Mart yang berbasis di Arkansas pada tahun 2005. Dalam surat tersebut, pengacara mengatakan bahwa anak usaha Wal-Mart de Meksiko mengatur penyuapan untuk memenangkan izin pendirian toko disetiap lokasi strategis di Meksiko. Pengacara tersebut memiliki informasi yang kuat karena dia yang bertugas mengamankan izin pembangunan.
Selain itu The New York Times juga mengutip keterangan dari mantan karyawan Wal-Mart bahwa para eksekutif Wal-Mart Stores Inc di Bentonville, Arkansas menyarankan bahwa kajian internal dugaan suap tersebut dihilangkan, bahkan setelah investigator utama merekomendasikan agar penyelidikan dilanjutkan lebih mendalam dan meluas atas kasus suap tersebut.
The New York Times juga mengutip wawancara dengan mantan eksekutif Wal-Mart Meksiko, Sergio Cicero Zapata yang mengundurkan diri pada tahun 2004. Cicero mengaku bahwa dia membantu banyak pembayaran suap untuk para pejabat lokal, termasuk menyuruh perantara untuk mengantarkan amplop yang berisikan uang. Suap tersebut diberikan untuk menjamin persetujuan zonasi, pengurangan biaya dampak lingkungan dan menggalang dukungan dari para pemimpin komunitas.
Para penyelidik mendapatkan sebuah jejak kertas atau bukti yang mengungkapkan terjadinya penyuapan senilai lebih dari US$ 24 juta (Rp 220 Miliar), yang dimana penyuapan ini bertujuan untuk percepatan konstruksi pembangunan Wal-Mart di Meksiko, dan adanya upaya untuk mendominasi pasar di negara Meksiko. Peretail terbesar Wal-Mart di Amerika, terancam sanksi denda ratusan juta dolar jika terbukti memberikan suap kepada pejabat di Meksiko untuk memuluskan rencana menguasai pasar, selain itu para petinggi perusahaan pun akan terancam diberhentikan dan menghadapi hukuman penjara.
Hakim Federal Amerika Serikat (AS) meminta kepada Chief Executive Wal-Mart Stores Inc Douglas McMillon untuk mengajukan kesaksian dalam tuntutan oleh pemegang saham atas keterlibatannya dalam dugaan suap. Hakim Distrik AS Susan Hickey mengatakan bahwa keterlibatan langsung McMillon mendasari gugatan yang mengharuskan dia duduk di persidangan. McMillon diduga terlibat dalam kasus suap kepada pejabat pemerintah Meksiko untuk mempercepat pembuakaan Wal-Mart di negara tersebut. Hakim mengatakan, McMillon yang menjadi chief executive pada Februrai 2014 mengambil bagian dalam beberapa pertemuan, melihat adanya komunikasi, dan telah mendapatkan banyak pernyataan publik oleh Wal-Mart mengenai dugaan penyuapan tersebut.
Dampak dari kasus yang menimpa Wal-Mart setelah skandal suap mereka kepada penjabat meksiko terkuak yaitu nilai pasar Wal-Mart Stores Inc menyusut 4,7 persen atau senilai US$ 10 miliar. Investor khawatir skandal ini akan memakan ongkos serta menghambat pertumbuhan bisnis peretail terbesar di Amerika. Kasus yang menimpa Wal-Mart bukan yang pertama kali ini terjadi. Berikut adalah kasus- kasus yang menyeret Wal-Mart :

1.     18 Maret 2005
Wal-Mart dipaksa membayar US$ 11 juta lantaran mempekerjakan buruh tanpa dokumen ketenagakerjaan yang jelas.

2.     26 Oktober 2005
Dokumen internal Wal-Mart bocor ke publik. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa perusahaan berencana menahan tunjangan kesehatan karyawan.

3.     1 Mei 2007
Human Rights Watch menuduh Wal-Mart melanggar hak karyawannya lantaran melarang pembentukan serikat pekerja dengan berbagai cara.

4.     12 Desember 2007
Agen Penyelidik Lingkungan Amerika Serikat (EIA) menuduh Wal-Mart menjual produk kayu ilegal dari Siberia, Rusia.

5.     20 Juni 2011
Pengadilan Tinggi Amerika Serikat menyidangkan gugatan class action diskriminasi seksual karyawan Wal-Mart.

6.     Oktober 2011
Gerai Wal-Mart di Chongqing, Cina, dituduh mencurangi label. Daging babi biasa ditempeli label babi organik.

7.     21 April 2012
Wal-Mart dituduh menyuap pejabat Meksiko senilai US$ 24 juta agar bisa menguasai pasar dan wilayah-wilayah strategis.


OPINI :
Dari kasus suap Wal-Mart di Meksiko terdapat beberapa pelanggaran yang berkaitan dengan kode etik profesi akuntansi :

1.     Tanggung Jawab Profesi
Kasus suap Wal-Mart di Meksiko merupakan kegiatan yang tidak mecerminkan etika profesi akuntansi yakni prinsip tanggung jawab profesi. Hal ini dikarenakan para pimpinan Wal-Mart beserta anggotanya tidak melaksanakan tanggung-jawabnya secara profesional dan tidak mempertimbangkan hal- hal moral dalam kegiatan yang dilakukan, hal ini telihat dari kegiatan suap yang dilakukan oleh para pimpinan Wal-Mart di Meksiko untuk mengatur penyuapan dalam hal memenangkan izin pendirian toko disetiap lokasi strategis di Meksiko untuk mempercepat pembuakaan Wal-Mart di negara tersebut.

2.     Integritas
Kasus suap Wal-Mart di Meksiko merupakan kegiatan yang tidak mecerminkan etika profesi akuntansi yakni prinsip integritas. Hal ini dikarenakan tidak terwujudnya prinsip tanggung jawab profesi pada Wal-Mart di Meksiko, dengan tidak terlaksananya prinsip tanggung jawab profesi maka tidak adanya integritas dari para pimpina Wal-Mart di Meksiko. Para pimpinan di Wal-Mart tidak memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik, dan tidak memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan integritas yang tinggi. Dari kasus suap Wal-Mart di Meksiko para pimpinan tidak mencerminkan suatu elemen karakter, kualitas, kejujuran dari seorang profesi akuntansi serta melakukan kecurangan.

3.     Perilaku Profesional
Para pimpinan di Wal-Mart beserta anggotanya tidak menjaga reputasi profesi mereka dengan baik, serta melakukan tindakan- tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi mereka sendiri dalam kegiatan penyuapan Wal-Mart di Meksiko.

4.     Standar Teknis
Dari kasus suap Wal-Mart di Meksiko para pimpinan beserta anggotanya tidak melakukan sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Para pimpinan beserta anggotanya melakukan tindakan yang tidak tepat karena menggunakan cara penyuapan untuk memenangkan izin pendirian toko disetiap lokasi strategis di Meksiko serta mempercepat pembuakaan Wal-Mart di negara tersebut, yang seharusnya para pimpinan dan anggota Wal-Mart mengikuti standard, peraturan, dan prosedur yang berlaku di Meksiko.


REFERENSI :



Comments

Popular posts from this blog

TUGAS 2 ETIKA PROFESI AKUNTANSI - DOSEN SRI WAHYU HANDAYANI