SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA TUGAS 1




MAKALAH
PEREKONOMIAN INDONESIA
SOFTSKILL


Disusun Oleh :

Mayanti Debora
26214514 
1EB32

       
                                         

UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015






KATA PENGANTAR

     Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah yang mengenai Perekonomian Indonesia ini dengan tepat waktu. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Rouzal Hardadi selaku dosen mata kuliah softskill Perekonomian Indonesia yang telah memberikan tugas makalah kepada kami guna memenuhi nilai akademik kami.
      Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan mengenai perekonomian di Indonesia. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kami dapat memperbaiki makalah kami berikutnya.
Kami juga meminta maaf apabila ada kesalahan pada kata- kata yang kurang berkenan. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi untuk para pembaca serta bermanfaat untuk membangun wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.


Bekasi, 20 Maret 2015



Penyusun





DAFTAR ISI

Kata Pengantar                                                                                                             
Daftar Isi                                                                                                                      
Bab I Pendahuluan
 
            1.1       Latar Belakang                                                                                   
            1.2       Rumusan Masalah                                                                              
            1.3       Tujuan Penulis                                                                                     
            1.4       Manfaat Penulisan                                                                               

Bab II ISI
            2.1 Sistem Ekonomi Indonesia
                      2.1.1   Pengertian Sistem                                                                       
                      2.1.2   Sistem Ekonomi di Dunia                                                           
                      2.1.3   Kapitalis dan Sosialis                                                                  
                      2.1.4   Persaingan Terkendali                                                                 
            2.2 Sejarah Ekonomi Indonesia
                      2.2.1   Sejarah Pra Kolonialisme                                                            
                      2.2.2   Era Pendukung Jepang                                                               
2.2.3   Ekonomi Indonesia Pada Orde Lama, Orde Baru                      
           dan Reformasi
2.3 PDB, Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Stuktur Ekonomi  Indonesia
            2.3.1   Produk Domestik Bruto                                                              
            2.3.2   Faktor- faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi            
                       Indonesia

Bab III Penutup

           3.1 Kesimpulan                                                                                                
           3.2 Saran                                                                                                           

Daftar Pustaka                                                                                                         





BAB I
PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang
        Sistem perekonomian adalah sistem yang dipakai oleh sebuah negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dikuasainya baik untuk perorangan ataupun instansi di negara itu sendiri. Perbedaan utama antara satu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi yang lain yaitu bagaimana cara sistem itu mengelola faktor produksinya. Sudah hampir 70 tahun negara Indonesia merdeka, akan tetapi keadaan perekonomian di Indonesia tidak kunjung membaik. Masih banyak sekali masalah perekonomian di Indonesia yang menimbulkan kemiskinan, pengangguran, dan pendapatan per kapita yang masih rendah. Padahal negara Indonesia kaya akan SDA yang berlimpah- limpah, tetapi kita belum menjadi orang yang cerdas untuk mengelola SDA menjadi sumber ekonomi yang baik bagi negara kita sendiri.
        Kita generasi muda harus memiliki rasa empati tinggi untuk mengubah perekonomian Indonesia, agar negara Indonesia menjadi negara maju. Oleh karena itu, kita harus mengetahui sistem perkonomian di Dunia, serta sistem perekonomian apa yang dianut oleh negara Indonesia. Kita juga harus mengetahui sejarah perekonomian Indonesia pada pra kolonialisme, era kependudukan Jepang,  orde lama, orde baru, dan reformasi. Selain itu kita juga harus mengetahui  PDB, dan faktor- faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan mengetahui sistem ekonomi dan sejarah ekonomi di Indonesia niscaya kita memiliki gambaran mengenai apa yang harus kita ubah dari sistem perekonomian di Indonesia, agar Indonesia mencapai kemakmuran di berbagai sektor ekonomi.

1.2     Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana sistem ekonomi di Dunia?
2.      Bagaimana sistem ekonomi di Indonesia?
3.      Bagaimana sejarah ekonomi di Indonesia?
4.   Bagaimana Produk Domestik Bruto (PDB), dan faktor- faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia?

1.3     Tujuan Penulis
 
Berdasarkan rumusan masalah diatas ,maka tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai berikut:
1.      Menjelaskan sistem ekonomi yang ada di Dunia.
2.      Menjelaskan sistem ekonomi yang dianut di Indonesia.
3.     Menjelaskan sejarah perekonomian di Indonesia pada pra kolonialisme, era pendudukan Jepang, 
      orde lama, orde baru, dan reformasi.
4.      Menjelaskan PDB dan faktor- faktor prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

1.4     Manfaat Penulisan
          Manfaat bagi penulis yakni menambah wawasan dibidang ekonomi, khususnya perkembangan ekonomi yang ada di Indonesia dari masa ke masa. Mengerti macam- macam perekonomian yang ada di Dunia kususnya Indonesia. Serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai hal- hal tersebut, yang digunakan sebagai sumber pengetahuan yang dapat membangun pandangan generasi muda mengenai ekonomi di Indonesia.




BAB II
ISI


2.1 Sistem Ekonomi Indonesia 

       2.1.1 Pengertian Sistem
      Sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu atau sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
 
      2.1.2 Sistem Ekonomi di Dunia
     a)     Sistem Ekonomi Tradisional
        Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor produksi apa adanya. 
Ø  Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional:
  • Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
  • Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
  • Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis.
  • Teknologi produksi sederhana.
Ø  Kelebihan sistem ekonomi tradisonal: 
  • Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
  • Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
Ø  Kelemahan sistem ekonomi tradisional:
  • Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.
  • Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya. 

       b)   Sistem Ekonomi Pancasila
             Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14.

       c)   Sistem Ekonomi Pasar
            Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

        d) Sistem Ekonomi Terpusat/ Komando
           Sistem ekonomi terpusat/komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

          Ø  Ciri- ciri sistem ekonomi terpusat:
              ü  Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.
              ü  Hak milik perorangan tidak diakui.
              ü  Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan bebas dalam kegiatan
                  perekonomian
              ü  Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.

          Ø  Kelebihan sistem ekonomi terpusat:
          ü  Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran dan masalah ekonomi lainnya.
          ü  Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
          ü  Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
          ü  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
          ü  Jarang terjadi krisis ekonomi.

           Ø  Kelemahan sistem ekonomi terpusat:
           ü  Mematikan inisiatif individu untuk maju.
           ü  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
           ü  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber daya.

     e) Sistem Ekonomi Campuran
        Merupakan perpaduan konsep antara sistem ekonomi pasar dengan sistem ekonomi komando, dimana kelemahan-kelemahan dieliminasi pada sistem ekonomi campuran.

          Ø  Ciri- ciri sistem ekonomi campuran:
    §      Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi.
    §      Rencana perekonomian ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku kepada pihak swasta.
    §      Sumber-sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah.
    §      Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme pasar.
    §      Swasta diberikan kebebasan dalam batas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
    §      Hak swasta diakui agar tidak mengganggu kepentingan umum. 
    §      Timbulnya persaingan dengan kontrol langsung dari pemerintah. 
    §      Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang terjadi di pasar. 

          Ø  Kelebihan sistem ekonomi campuran:
    §      Hak individu diakui.
    §      Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali.
    §      Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk kepentingan masyarakat.
    §      Adanya kebebasan berusaha.
    §       Kestabilan ekonomi terjamin.
    §       Pemerintah memperhatikan usaha sektor menengah dan kecil.

         Ø  Kelemahan sistem ekonomi campuran:
   §      Beban pemerintah lebih berat dari pada swasta.
   §      Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungannya.


2.1.3 Kapitalis dan Sosialis
            Kapitalisme adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
            Dalam perekonomian kapitalisme setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan berbagai cara.





Ø  Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme :
  1. Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
  2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
  3. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.
  4. Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Ø  Jenis- jenis sistem ekonomi kapitalisme:

1.      Kapitalisme pasar bebas.
2.      Kapitalisme korporasi.
3.      Kapitalisme sosial ekonomi.

     Sedangkan sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lpg, dan lain sebagainya.
     Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.
     Sistem Sosialis ( Socialist Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai konsekuensinya, penguasaan individu atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan kepemilikan sosial.
Ø  Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis:
  • Pemilikan harta oleh negara.
  • Kesamaan ekonomi.
  • Disiplin Politik.
Ø  Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:
  1. Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
  2. Peran pemerintah sangat kuat.
  3. Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.

2.1.4 Persaingan Terkendali
     Persaingan terkendali merupakan persaingan yang terencana dan dikendalikan pemerintah untuk menghindari persaingan tidak sehat dalam pasar barang tertentu dengan cara membuka prioritas-prioritas bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi usaha misalnya dengan mengumumkan daftar negatif investasi ( DNI ).

2.2 Sejarah Ekonomi Indonesia

2.2.1 Sejarah Pra Kolonialisme
Ø  Era Pendudukan Belanda
     Pada masa penjajahan, Indonesia menerapkan sistem perekonomian monopolis. VOC adalah lembaga yang menguasai perdagangan Indonesia saat itu. Pada masa VOC berkuasa, mereka menerapkan peraturan dan strategi agar mereka tetep menguasai perekonomian Indonesia. VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi. Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah diisolasi oleh VOC. Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octrooi, yang antara lain meliputi :
a.       Hak mencetak uang.
b.      Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai.
c.       Hak menyatakan perang dan damai.
d.      Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri.
e.       Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.

     Sejak tahun 1620, VOC hanya menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu rempah-rempah. Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
·         Peperangan yang terus-menerus dilakukan oleh VOC dengan menggunakan tentara sewaan sangat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
·         Korupsi yang dilakukan pegawai VOC sendiri. Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas sudah defisit.

Ø  Era Pendudukan Inggris

     Inggris berusaha merubah pola pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda dengan menerapkan Landrent (pajak tanah).  Dengan diterapkannya pajak tanah, penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya, tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Namun, sistem yang diterapkan Inggris pun mengalami kegagalan. Sebab-sebab kegagalan tersebut antara lain :
·         Masyarakat Hindia Belanda pada umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas tanah yang kena pajak.
·         Pegawai pengukur tanah dari Inggris jumlahnya terlalu sedikit sehingga tidak efektif dan efisien.
·         Kebijakan ini kurang didukung raja-raja dan para bangsawan, karena  Inggris tak mau mengakui suksesi jabatan secara turun-temurun.

Ø  Masa Cultuurstelstel

     Cultuurstelstel (sistem tanam paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch. Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tetapi amat menguntungkan bagi Belanda, apalagi bila dipadukan dengan sistem konsinyasi (monopoli ekspor). Namun dilihat dari segi positifnya, masyarakat Indonesia mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya bukan tanaman asli Indonesia, serta  masuknya ekonomi uang di pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka.

Ø  Masa Sistem Ekonomi Pintu Terbuka

     Adanya dorongan dari kaum humanis Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan ekonominya. Hal ini nampaknya juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara lain terlihat pada :
a.       Keberadaan pemerintah Hindia Belanda sebagai tuan tanah; Pihak swasta sebagai pengelola perkebunan swasta sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi sebagai buruh penggarap tanah.
b.      Prinsip keuntungan absolut : Bila di suatu tempat harga barang berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan, maka pengusaha memperoleh laba yang besar dan mendorong mengalirnya faktor produksi ke tempat tersebut.
c.       Laissez faire laissez passer, perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau pemerintah Belanda masih memegang peran yang besar sebagai penjajah yang sesungguhnya.
Pada akhirnya, sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi, tapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada umumnya tidak diperlakukan layak.

2.2.2 Era Pendudukan Jepang

     Pemerintah militer Jepang menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya, terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor. Seperti ini lah sistem sosialis ala bala tentara Dai Nippon. Segala hal diatur oleh pusat guna mencapai kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai memenangkan perang Pasifik.

2.2.3 Ekonomi di Indonesia pada Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi

1.      Masa Orde Lama (1945-1967)
     Perekonomian Indonesia pada masa orde lama perlu dicermati karena pada masa tesebut, Indonesia merupakan Negara yang baru saja merdeka. Dalam masa ini perkembangan perekonomian dibagi dalam 3 masa yaitu :
Ø  Masa Kemerdekaan (1945-1950)
     Keadaan ekonomi pada masa awal kemerdekaan dapat dibilang sangat tidak menggembirakan. Hal itu terjadi karena adanya inflasi yang disebabkan oleh beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Oktober 1946 pemerintah RI mengeluarkan ORI (Oeang Republik Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Namun adanya blockade ekonomi oleh belanda dengan menutup pintu perdagangan luar negri mengakibatkan kekosongan kas Negara. Akibatnya Negara berada dalam kondisi krisis keuangan dan kondisi itu tentu membahayakan bagi kelangsungan perekonomian Indonesia pada saat itu. dalam menghadapi krisis tersebut, pemerintah menempuh beberapa kebijakan yaitu :
·         Pinjaman Nasional.
·         Pemenuhan Kebutuhan Rakyat.
·         Melakukan Konferensi Ekonomi.
·         Membuat Rencana Pembangunan.
·         Membangun Partisipasi Swasta Dalam Pembangunan Ekonomi.
·         Nasionalisasi Bank Indonesia.

Ø  Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
            Ciri utama masa Demokrasi Liberal adalah sering bergantinya kabinet. Hal ini disebabkan karena jumlah partai yang cukup banyak tetapi tidak ada partai yang memiliki mayoritas mutlak dan hal ini kemudian membuat pada masa ini perekonomian diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Dampak dari kebijakan ini akhirnya hanya memperburuk kondisi perekonomian indonesia 
            Pemerintah terkesan melepaskan sistem pasar dalam perekonomian, anehnya pemerintah sudah mengetahui dampaknya dan melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi perekonomian. Usaha – usaha tersebut adalah melalui pemotongan nilai uang, melanjutkan program benteng, dan memutuskan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB). Pemotongan nilai uang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah uang yang beredar  agar tingkat harga turun, dikenal dengan sebutan  gunting syariffudin. Pemerintah juga melanjutkan program benteng (Kabinet Natsir) dengan maksud untuk menumbuhkan wiraswasta pribumu agar bisa berpastipasi dalam perkembangan ekonomi nasional dan pembatalan sepihak atas hasil – hasil KMB, termasuk pembubaran uni Indonesia-Belanda.
Ø  Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
            Demokrasi terpimpin tidak lepas dari sosok presiden Soekarno, sehingga pemikiran Soekarno menjadi dasar bagi pelaksanaan demokrasi terpimpin. Dalam pidato beliau yang berjudul “Kembali ke Rel Revolusi” terbitlah pemikiran Soekarno tentang demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin benar– benar terjadi setelah muncul Dekrit Presiden 5 juli 1959. Mulai saat itulah Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin. Akibat dari  sistem ini berdampak pada perubahan struktur ekonomi Indonesia yang akhirnya cenderung berjalan melalui sistem etatisme, dimana dalam sistem ini Negara dan eparatur ekonomi Negara bersifat dominan serta mematikan potensi dan kreasi unit – unit ekonomi diluar sector Negara.
            Tidak menunjukan kondisi perekonomian yang baik justru berdampak pada adanya devaluasi (penurunan nilai uang yang tujuannya guna membendung inflasi yang tetap tinggi, mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat, serta agar dapat meningkatkan nilai rupiah hingga rakyat kecil tidak dirugikan. Perlunya membentuk lembaga ekonomi, dan kegagalan dalam bidang moneter. Pada saat itu dibentuk pula Deklarasi Ekonomi, tujuannya untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin.


2.      Masa Orde Baru (1967-1998)

            Masa orde baru identik dengan masa pemerintahan presiden Soeharto. Dikenal beberapa tahapan pembangunan yang menjadi agendanya. Orde baru mengawali rezimnya dengan menekankan pada prioritas stabilitas ekonomi dan politik. Program pemerintah berorientasi pada pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan Negara, dan pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah mengharapkan kebijakan ekonomi yang baru melalui pendekatan demokrasi pancasila, dan secara perlahan campur tangan pemerintah dalam perekonomian mulai masuk.
            Pentingnya aspek pemerataan disadari betul dalam masa ini sehingga muncul istilah 8 jalur pemerataan sebagai basis kebijakan ekonominya yaitu:

a)      Kebutuhan Pokok.
b)      Pendidikan dan Kesehatan.
c)      Pembagian Pendapatan.
d)     Kesempatan Kerja.
e)      Kesempatan Berusaha.
f)       Partisipasi Wanita dan Generasi Muda.
g)      Penyebaran Pembangunan.
h)      Peradialan.

            Agar implementasi kebijakan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan terencana, maka kebijakan tersebut dilaksanakan dengan sebutan pola umum pembangunan jangka panjang dan berlangsung dalam periodisasi lima tahunan sehingga dikenal dengan sebutan PELITA(Pembangunan Lima Tahun). Pelita menunjukan hasil yang signifikan dalam proses pembangunan ekonomi. Terbukti pada tahun 1984 Indonesia berhasil swasembada beras, menurunkan angka kemiskinan meningkatkan partisipasi pendidikan, penurunan angka kematian bayi, dan peningkatan sector industry, berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk melalui program Keluarga Berencana.
            Sisi negative dari Pelita adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup, kerusakan sumber daya alam, ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar daerah, ketimpangan antar golongan pekerjaan, akumulasi utang luar negeri yang semakin menumpuk serta muncul pula konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi, dan nepotisme. Meskipun orde baru berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi fundamental ekonomi justru rapuh. Titik kulminasi keterpurukan orde baru berujung pada mundurnya Soeharto dari kursi presiden pada tanggal 21 mei 1998. Terlepas dari berbagai kontroversi tentang perjalanan rezim orde baru, harus diakui bahwa orde baru paling tidak telah meletakan dasar– dasar perekonomian bagi rezim selanjutnya. Kondisi politik yang relative stabil menjadi modal bagi tumbuhnya perekonomian secara baik.

3.   Masa Reformasi (1998-sekarang)
            Masa reformasi dianggap sebagai tonggak baru perjalanan kehidupan bangsa Indonesia dari sisi sosial dan politik. Muncul beberapa kebijakan yang kemudian menjadi landasan bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia kedepan. Kebijakan yang paling menonjol adalah pergeseran pengolahan pemerintahan dari sentralitis menjadi desentralitis.

2.3     PDB, Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia

          2.3.1  Produk Domestik Bruto
          Produk Domestik Bruto adalah disingkat (PDB) yaitu jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. PDB atas dasar harga berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke tahun.
  
2.3.2  Faktor-faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

     Secara garis besar, terdapat sedikitnya 2 (dua) faktor yang menentukan prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor internal dan eksternal.


1.      Faktor Internal Krisis ekonomi pada tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca  peristiwa tersebut menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hingga sampai saat ini) menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihan serta perbaikan ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum. Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut.


2.      Faktor Eksternal Kondisi perdagangan dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Mengapa kondisi perdagangan dan perekonomian regional atau dunia tersebut dinilai penting? Sebab, apabila kondisi perdagangan dan perekonomian  Negara-negara tersebut terutama mitra Indonesia sedang melemah, maka akan  berdampak pula pada proses pemulihan yang akan semakin mengulur waktu dan akibatnya dapat menghambat kemajuan perekonomian di Indonesia.

Selain itu, terdapat juga beberapa faktor yang dianggap penting dalam menunjang  pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu:

·         Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses.



BAB III
Penutup

3.1 Kesimpulan
         
      Berdasarkan penjelasan diatas maka kita dapat mengetahui sistem perekonomian apa yang ada di Dunia khususnya Indonesia. Kita juga mengetahui bagaimana sejarah panjang dari perkembangan ekonomi Indonesia pada masa pra kolonialisme, era pendudukan jepang, orde lama, orde baru, dan reformasi. Kita juga bisa mengetahui bahwa prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia terdiri dari dua faktor yakni faktor eksternal dan faktor internal.
Dari penjelasan diatas kita juga mampu menyimpulkan bahwa sistem perekonomian Indonesia sejak masa penjajahan  hingga masa reformasi masih mengalami beberapa gejolak. Perekonomian Indonesia masih jatuh bangun. Hal itu dapat dilihat dari:

·         Tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
·         Masih terjadi kesenjangan ekonomi antara penduduk yang miskin dan kaya. “Yang kaya semakin 
       kaya, yang miskin semakin miskin.”
·         Tingkat pengangguran masih tinggi dikarenakan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia tidak 
       sebanding dengan jumlah angkatan kerja.
·         Maraknya para koruptor karena hukum di negeri ini kurang tegas dan masih mudah dijadikan
       bahan penyelewengan (Indonesia termasuk dalam 5 terbesar Negara terkorup didunia).
·         Jatuh bangunnya nilai rupiah terhadap dolar.
·         Memiliki banyak hutang kepada negara lain.

      Kebijakan-kebijakan yang telah dibuat di masa Reformasi diharapkan semakin membuat perekonomian Indonesia menjadi maju karena seharusnya pemerintahan masa reformasi sudah belajar dari kesalahan di masa-masa sebelumnya. Pemberantasan Korupsi semakin ditingkatkan dan para pejabat negara perlu menyadari bahwa hutang Indonesia terhadap Luar Negeri masih sangat banyak. Kesenjangan sosial pun perlu dihilangkan. Para calon legislatif atau calon wakil rakyat jangan hanya mengumbar janji mengenai kesejahteraan perekonomian masyarakat, tetapi harus melakukan aksi tindakan yang nyata.

3.2 Saran
          Dalam kesempatan ini kami memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk memperbaiki kesalahan baik dalam penulisan ataupun susunan kata dalam makalah ini.Karena kami sangat menerima segala kritik dan saran dari para pembaca.



Daftar Pustaka





Comments

Popular posts from this blog

TUGAS 2 ETIKA PROFESI AKUNTANSI - DOSEN SRI WAHYU HANDAYANI

KASUS SUAP WAL-MART DI MEKSIKO