SOFTSKILL PEREKONOMIAN INDONESIA TUGAS 1
MAKALAH
PEREKONOMIAN INDONESIA
SOFTSKILL
Disusun Oleh :
Mayanti Debora
26214514
1EB32
26214514
1EB32
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2014/2015
Ø Ciri- ciri sistem ekonomi terpusat:
Ø Ciri- ciri sistem ekonomi campuran:
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa karena dengan rahmat dan karunia-Nya kami mampu menyelesaikan makalah yang
mengenai Perekonomian Indonesia ini dengan tepat waktu. Kami juga berterima
kasih kepada Bapak Rouzal Hardadi selaku dosen mata kuliah softskill
Perekonomian Indonesia yang telah memberikan tugas makalah kepada kami guna
memenuhi nilai akademik kami.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sangat berharap
makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan mengenai perekonomian
di Indonesia. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini
terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami
membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun, agar kami dapat
memperbaiki makalah kami berikutnya.
Kami juga meminta maaf apabila ada kesalahan pada
kata- kata yang kurang berkenan. Semoga makalah ini dapat memberikan informasi
untuk para pembaca serta bermanfaat untuk membangun wawasan dan peningkatan
ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Bekasi,
20 Maret 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulis
1.4 Manfaat Penulisan
Bab II ISI
2.1
Sistem Ekonomi Indonesia
2.1.1 Pengertian Sistem
2.1.2 Sistem Ekonomi di Dunia
2.1.3 Kapitalis dan Sosialis
2.1.4 Persaingan Terkendali
2.2
Sejarah Ekonomi Indonesia
2.2.1 Sejarah Pra Kolonialisme
2.2.2 Era Pendukung Jepang
2.2.3 Ekonomi Indonesia Pada Orde Lama, Orde Baru
dan Reformasi
2.3 PDB, Pertumbuhan
Ekonomi, Perubahan Stuktur Ekonomi
Indonesia
2.3.1 Produk Domestik
Bruto
2.3.2 Faktor-
faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
Daftar Pustaka
1.3 Tujuan Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sistem perekonomian adalah
sistem yang dipakai oleh sebuah negara untuk mengalokasikan sumber daya yang
dikuasainya baik untuk perorangan ataupun instansi di negara itu sendiri.
Perbedaan utama antara satu sistem ekonomi dengan sistem ekonomi yang lain
yaitu bagaimana cara sistem itu mengelola faktor produksinya. Sudah hampir 70 tahun negara
Indonesia merdeka, akan tetapi keadaan perekonomian di Indonesia tidak kunjung
membaik. Masih banyak sekali masalah perekonomian di Indonesia yang menimbulkan
kemiskinan, pengangguran, dan pendapatan per kapita yang masih rendah. Padahal
negara Indonesia kaya akan SDA yang berlimpah- limpah, tetapi kita belum menjadi
orang yang cerdas untuk mengelola SDA menjadi sumber ekonomi yang baik bagi
negara kita sendiri.
Kita generasi muda harus
memiliki rasa empati tinggi untuk mengubah perekonomian Indonesia, agar negara
Indonesia menjadi negara maju. Oleh karena itu, kita harus mengetahui sistem
perkonomian di Dunia, serta sistem perekonomian apa yang dianut oleh negara
Indonesia. Kita juga harus mengetahui sejarah perekonomian Indonesia pada pra
kolonialisme, era kependudukan Jepang, orde
lama, orde baru, dan reformasi. Selain itu kita juga harus mengetahui PDB, dan faktor- faktor penentu prospek
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dengan mengetahui sistem ekonomi dan sejarah
ekonomi di Indonesia niscaya kita memiliki gambaran mengenai apa yang harus
kita ubah dari sistem perekonomian di Indonesia, agar Indonesia mencapai
kemakmuran di berbagai sektor ekonomi.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimana sistem ekonomi di Dunia?
2.
Bagaimana sistem ekonomi di Indonesia?
3.
Bagaimana sejarah ekonomi di Indonesia?
4. Bagaimana Produk Domestik Bruto (PDB), dan
faktor- faktor penentu prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia?
Berdasarkan
rumusan masalah diatas ,maka tujuan penulis membuat makalah ini adalah sebagai
berikut:
1.
Menjelaskan
sistem ekonomi yang ada di Dunia.
2.
Menjelaskan
sistem ekonomi yang dianut di Indonesia.
3. Menjelaskan
sejarah perekonomian di Indonesia pada pra kolonialisme, era pendudukan Jepang,
orde lama, orde baru, dan reformasi.
orde lama, orde baru, dan reformasi.
4.
Menjelaskan PDB
dan faktor- faktor prospek pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat
bagi penulis yakni menambah wawasan dibidang ekonomi, khususnya perkembangan
ekonomi yang ada di Indonesia dari masa ke masa. Mengerti macam- macam
perekonomian yang ada di Dunia kususnya Indonesia. Serta memberikan informasi
kepada pembaca mengenai hal- hal tersebut, yang digunakan sebagai sumber
pengetahuan yang dapat membangun pandangan generasi muda mengenai ekonomi di
Indonesia.
BAB II
ISI
2.1 Sistem Ekonomi
Indonesia
2.1.1 Pengertian Sistem
2.1.1 Pengertian Sistem
Sistem adalah sekelompok komponen dan
elemen yang digabungkan menjadi satu untuk mencapai tujuan tertentu atau sistem
adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur
yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran tertentu.
2.1.2 Sistem Ekonomi di Dunia
a) Sistem Ekonomi Tradisional
Sistem ekonomi tradisional adalah
suatu sistem ekonomi di mana organisasi kehidupan ekonomi dijalankan menurut
kebiasaan, tradisi masyarakat secara turun-temurun dengan mengandalkan faktor
produksi apa adanya.
Ø Ciri-ciri
sistem ekonomi tradisional:
- Belum adanya pembagian kerja yang jelas.
- Ketergantungan pada sektor pertanian/agraris.
- Ikatan tradisi bersifat kekeluargaan sehingga kurang dinamis.
- Teknologi produksi sederhana.
Ø Kelebihan
sistem ekonomi tradisonal:
- Menimbulkan rasa kekeluargaan dan kegotongroyongan masing-masing individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
- Pertukaran secara barter dilandasi rasa kejujuran daripada mencari keuntungan.
Ø Kelemahan sistem
ekonomi tradisional:
- Pola pikir masyarakat secara umum yang masih statis.
- Hasil produksi terbatas sebab hanya menggantungkan faktor produksi alam dan tenaga kerja secara apa adanya.
b) Sistem
Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang dianut negara Indonesia adalah
sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah salah satu tata
ekonomi yang dijiwai oleh ideologi Pancasila, yang di dalamnya terkandung makna
demokrasi ekonomi yaitu kegiatan ekonomi yang dilakukan berdasarkan usaha
bersama berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat
dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah. Ciri pokok sistem ekonomi Pancasila
terdapat pada UUD 1945 Pasal 33, dan GBHN Bab III B No.14.
c) Sistem Ekonomi Pasar
Sistem ekonomi
pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari
produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.
d) Sistem Ekonomi Terpusat/ Komando
Sistem ekonomi terpusat/komando adalah sistem ekonomi dimana
peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan
perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang
akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi,
serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.
Ø Ciri- ciri sistem ekonomi terpusat:
ü Semua alat dan sumber-sumber daya dikuasai pemerintah.
ü Hak milik perorangan tidak diakui.
ü Tidak ada individu atau kelompok yang dapat berusaha dengan
bebas dalam kegiatan
perekonomian
perekonomian
ü Kebijakan perekonomian diatur sepenuhnya oleh pemerintah.
Ø Kelebihan
sistem ekonomi terpusat:
ü Pemerintah lebih mudah mengendalikan inflasi, pengangguran
dan masalah ekonomi lainnya.
ü Pasar barang dalam negeri berjalan lancar.
ü Pemerintah dapat turut campur dalam hal pembentukan harga.
ü Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
ü Jarang terjadi krisis ekonomi.
Ø Kelemahan
sistem ekonomi terpusat:
ü Mematikan inisiatif individu untuk maju.
ü Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
ü Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memilih sumber
daya.
e) Sistem Ekonomi Campuran
Merupakan perpaduan konsep antara sistem ekonomi pasar
dengan sistem ekonomi komando, dimana kelemahan-kelemahan dieliminasi pada
sistem ekonomi campuran.
Ø Ciri- ciri sistem ekonomi campuran:
§ Pemerintah aktif dalam kegiatan ekonomi.
§ Rencana perekonomian ditetapkan oleh pemerintah yang berlaku
kepada pihak swasta.
§ Sumber-sumber daya vital dikuasai oleh pemerintah.
§ Jenis dan jumlah barang diproduksi ditentukan oleh mekanisme
pasar.
§ Swasta diberikan kebebasan dalam batas yang telah ditetapkan
oleh pemerintah.
§ Hak swasta diakui agar tidak mengganggu kepentingan
umum.
§ Timbulnya persaingan dengan kontrol langsung dari
pemerintah.
§ Campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang terjadi
di pasar.
Ø Kelebihan
sistem ekonomi campuran:
§ Hak individu diakui.
§ Penetapan harga dalam perekonomian lebih terkendali.
§ Sektor ekonomi yang dikuasai pemerintah diarahkan untuk
kepentingan masyarakat.
§ Adanya kebebasan berusaha.
§ Kestabilan ekonomi terjamin.
§ Pemerintah memperhatikan usaha sektor menengah dan kecil.
Ø Kelemahan sistem ekonomi campuran:
§ Beban pemerintah lebih berat dari pada swasta.
§ Pihak swasta kurang memaksimalkan keuntungannya.
2.1.3 Kapitalis dan Sosialis
Kapitalisme adalah sistem perekonomian
yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan perekonomian seperti memproduksi barang, menjual barang, menyalurkan
barang dan lain sebagainya. Dalam sistem ini pemerintah bisa turut ambil bagian
untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang
berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak ikut campur dalam ekonomi.
Dalam perekonomian kapitalisme
setiap warga dapat mengatur nasibnya sendiri sesuai dengan kemampuannya. Semua
orang bebas bersaing dalam bisnis untuk memperoleh laba sebesar-besarnya. Semua
orang bebas malakukan kompetisi untuk memenangkan persaingan bebas dengan
berbagai cara.
a) Kebutuhan Pokok.
Ø Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalisme :
- Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi.
- Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar.
- Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.
- Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).
Ø Jenis- jenis sistem ekonomi kapitalisme:
1.
Kapitalisme
pasar bebas.
2.
Kapitalisme
korporasi.
3.
Kapitalisme
sosial ekonomi.
Sedangkan sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem perekonomian yang
memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan
kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke
dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara serta
jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh
negara seperti air, listrik, telekomunikasi, gas lpg, dan lain sebagainya.
Sistem ekonomi sosialis adalah
suatu sistem ekonomi dengan kebijakan atau teori yang bertujuan untuk
memperoleh suatu distribusi yang lebih baik dengan tindakan otoritas
demokratisasi terpusat dan kepadanya perolehan produksi kekayaan yang lebih
baik daripada yang kini berlaku sebagaimana yang diharapkan.
Sistem Sosialis ( Socialist
Economy) berpandangan bahwa kemakmuran individu hanya mungkin tercapai bila
berfondasikan kemakmuran bersama. Sebagai konsekuensinya, penguasaan individu
atas aset-aset ekonomi atau faktor-faktor produksi sebagian besar merupakan
kepemilikan sosial.
Ø Prinsip Dasar Ekonomi Sosialis:
- Pemilikan harta oleh negara.
- Kesamaan ekonomi.
- Disiplin Politik.
Ø Ciri-ciri Ekonomi Sosialis:
- Lebih mengutamakan kebersamaan (kolektivisme).
- Peran pemerintah sangat kuat.
- Sifat manusia ditentukan oleh pola produksi.
2.1.4
Persaingan Terkendali
Persaingan
terkendali merupakan persaingan yang terencana dan dikendalikan pemerintah
untuk menghindari persaingan tidak sehat dalam pasar barang tertentu dengan
cara membuka prioritas-prioritas bidang usaha, termasuk juga prioritas lokasi
usaha misalnya dengan mengumumkan daftar negatif investasi ( DNI ).
2.2 Sejarah
Ekonomi Indonesia
2.2.1
Sejarah Pra Kolonialisme
Ø Era Pendudukan Belanda
Pada
masa penjajahan, Indonesia menerapkan sistem perekonomian monopolis. VOC
adalah lembaga yang menguasai perdagangan Indonesia saat itu. Pada masa VOC
berkuasa, mereka menerapkan peraturan dan strategi agar mereka tetep menguasai
perekonomian Indonesia. VOC juga menjaga agar harga rempah-rempah tetap tinggi.
Semua aturan itu pada umumnya hanya diterapkan di Maluku yang memang sudah
diisolasi oleh VOC. Untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak
Octrooi, yang antara lain meliputi :
a.
Hak mencetak uang.
b.
Hak mengangkat dan memberhentikan
pegawai.
c.
Hak menyatakan perang dan damai.
d.
Hak untuk membuat angkatan
bersenjata sendiri.
e.
Hak untuk membuat perjanjian
dengan raja-raja.
Sejak tahun 1620, VOC hanya
menguasai komoditi-komoditi ekspor sesuai permintaan pasar di Eropa, yaitu
rempah-rempah. Pada tahun 1795, VOC bubar karena dianggap gagal dalam
mengeksplorasi kekayaan Hindia Belanda. Kegagalan itu nampak pada defisitnya
kas VOC, yang antara lain disebabkan oleh :
·
Peperangan yang terus-menerus
dilakukan oleh VOC dengan menggunakan tentara sewaan sangat membutuhkan biaya
yang tidak sedikit.
·
Korupsi yang dilakukan pegawai
VOC sendiri. Pembagian dividen kepada para pemegang saham, walaupun kas sudah
defisit.
Ø
Era Pendudukan Inggris
Inggris berusaha merubah pola
pajak hasil bumi yang telah hampir dua abad diterapkan oleh Belanda
dengan menerapkan Landrent (pajak tanah). Dengan diterapkannya
pajak tanah, penduduk pribumi akan memiliki uang untuk membeli barang produk
Inggris atau yang diimpor dari India. Inilah imperialisme modern yang
menjadikan tanah jajahan tidak sekedar untuk dieksplorasi kekayaan alamnya,
tapi juga menjadi daerah pemasaran produk dari negara penjajah. Namun, sistem
yang diterapkan Inggris pun mengalami kegagalan. Sebab-sebab kegagalan tersebut
antara lain :
·
Masyarakat Hindia Belanda pada
umumnya buta huruf dan kurang mengenal uang, apalagi untuk menghitung luas
tanah yang kena pajak.
·
Pegawai pengukur tanah dari
Inggris jumlahnya terlalu sedikit sehingga tidak efektif dan efisien.
·
Kebijakan ini kurang didukung
raja-raja dan para bangsawan, karena Inggris tak mau mengakui suksesi
jabatan secara turun-temurun.
Ø Masa Cultuurstelstel
Cultuurstelstel (sistem tanam
paksa) mulai diberlakukan pada tahun 1836 atas inisiatif Van Den Bosch.
Tujuannya adalah untuk memproduksi berbagai komoditi yang ada permintaannya di
pasaran dunia. Sejak saat itu, diperintahkan pembudidayaan produk-produk selain
kopi dan rempah-rempah, yaitu gula, nila, tembakau, teh, kina, karet, kelapa
sawit, dll. Sistem ini jelas menekan penduduk pribumi, tetapi amat
menguntungkan bagi Belanda, apalagi bila dipadukan dengan sistem konsinyasi
(monopoli ekspor). Namun dilihat dari segi positifnya, masyarakat Indonesia
mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor yang pada umumnya
bukan tanaman asli Indonesia, serta masuknya ekonomi uang di pedesaan
yang memicu meningkatnya taraf hidup mereka.
Ø
Masa Sistem Ekonomi Pintu Terbuka
Adanya dorongan dari kaum humanis
Belanda yang menginginkan perubahan nasib warga pribumi ke arah yang lebih
baik, mendorong pemerintah Hindia Belanda untuk mengubah kebijakan ekonominya.
Hal ini nampaknya juga masih tak lepas dari teori-teori mazhab klasik, antara
lain terlihat pada :
a.
Keberadaan pemerintah Hindia
Belanda sebagai tuan tanah; Pihak swasta sebagai pengelola perkebunan swasta
sebagai golongan kapitalis, dan masyarakat pribumi sebagai buruh penggarap
tanah.
b.
Prinsip keuntungan absolut : Bila
di suatu tempat harga barang berada diatas ongkos tenaga kerja yang dibutuhkan,
maka pengusaha memperoleh laba yang besar dan mendorong mengalirnya faktor
produksi ke tempat tersebut.
c.
Laissez faire laissez passer,
perekonomian diserahkan pada pihak swasta, walau pemerintah Belanda masih
memegang peran yang besar sebagai penjajah yang sesungguhnya.
Pada akhirnya, sistem ini
bukannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pribumi, tapi malah menambah
penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang pada umumnya tidak
diperlakukan layak.
2.2.2 Era Pendudukan Jepang
Pemerintah militer Jepang
menerapkan suatu kebijakan pengerahan sumber daya ekonomi mendukung gerak maju
pasukan Jepang dalam perang Pasifik. Sebagai akibatnya, terjadi perombakan
besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan rakyat merosot
tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan, karena produksi bahan makanan
untuk memasok pasukan militer dan produksi minyak jarak untuk pelumas pesawat
tempur menempati prioritas utama. Impor dan ekspor macet, sehingga terjadi
kelangkaan tekstil yang sebelumnya didapat dengan jalan impor. Seperti ini lah
sistem sosialis ala bala tentara Dai Nippon. Segala hal diatur oleh pusat guna
mencapai kesejahteraan bersama yang diharapkan akan tercapai seusai memenangkan
perang Pasifik.
2.2.3 Ekonomi di Indonesia pada Orde Lama, Orde Baru, dan Reformasi
1.
Masa Orde Lama (1945-1967)
Perekonomian
Indonesia pada masa orde lama perlu dicermati karena pada masa tesebut,
Indonesia merupakan Negara yang baru saja merdeka. Dalam masa ini perkembangan
perekonomian dibagi dalam 3 masa yaitu :
Ø Masa Kemerdekaan (1945-1950)
Keadaan ekonomi pada masa awal kemerdekaan
dapat dibilang sangat tidak menggembirakan. Hal itu terjadi karena adanya
inflasi yang disebabkan oleh beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak
terkendali. Oktober 1946 pemerintah RI mengeluarkan ORI (Oeang Republik
Indonesia) sebagai pengganti uang Jepang. Namun adanya blockade ekonomi oleh
belanda dengan menutup pintu perdagangan luar negri mengakibatkan kekosongan
kas Negara. Akibatnya Negara berada dalam kondisi krisis keuangan dan kondisi
itu tentu membahayakan bagi kelangsungan perekonomian Indonesia pada saat itu.
dalam menghadapi krisis tersebut, pemerintah menempuh beberapa kebijakan yaitu
:
·
Pinjaman
Nasional.
·
Pemenuhan
Kebutuhan Rakyat.
·
Melakukan
Konferensi Ekonomi.
·
Membuat Rencana
Pembangunan.
·
Membangun
Partisipasi Swasta Dalam Pembangunan Ekonomi.
·
Nasionalisasi
Bank Indonesia.
Ø Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Ciri
utama masa Demokrasi Liberal adalah sering bergantinya kabinet. Hal ini
disebabkan karena jumlah partai yang cukup banyak tetapi tidak ada partai yang
memiliki mayoritas mutlak dan hal ini kemudian membuat pada masa ini
perekonomian diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Dampak dari kebijakan ini
akhirnya hanya memperburuk kondisi perekonomian indonesia
Pemerintah
terkesan melepaskan sistem pasar dalam perekonomian, anehnya pemerintah sudah
mengetahui dampaknya dan melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kondisi
perekonomian. Usaha – usaha tersebut adalah melalui pemotongan nilai uang,
melanjutkan program benteng, dan memutuskan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB).
Pemotongan nilai uang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah uang yang
beredar agar tingkat harga turun,
dikenal dengan sebutan gunting
syariffudin. Pemerintah juga melanjutkan program benteng (Kabinet Natsir) dengan
maksud untuk menumbuhkan wiraswasta pribumu agar bisa berpastipasi dalam
perkembangan ekonomi nasional dan pembatalan sepihak atas hasil – hasil KMB,
termasuk pembubaran uni Indonesia-Belanda.
Ø Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Demokrasi
terpimpin tidak lepas dari sosok presiden Soekarno, sehingga pemikiran Soekarno
menjadi dasar bagi pelaksanaan demokrasi terpimpin. Dalam pidato beliau yang
berjudul “Kembali ke Rel Revolusi” terbitlah pemikiran Soekarno tentang
demokrasi terpimpin. Demokrasi terpimpin benar– benar terjadi setelah muncul Dekrit
Presiden 5 juli 1959. Mulai saat itulah Indonesia menjalankan sistem demokrasi
terpimpin. Akibat dari sistem ini
berdampak pada perubahan struktur ekonomi Indonesia yang akhirnya cenderung
berjalan melalui sistem etatisme, dimana dalam sistem ini Negara dan eparatur
ekonomi Negara bersifat dominan serta mematikan potensi dan kreasi unit – unit
ekonomi diluar sector Negara.
Tidak
menunjukan kondisi perekonomian yang baik justru berdampak pada adanya
devaluasi (penurunan nilai uang yang tujuannya guna membendung inflasi yang
tetap tinggi, mengurangi jumlah uang yang beredar dimasyarakat, serta agar
dapat meningkatkan nilai rupiah hingga rakyat kecil tidak dirugikan. Perlunya
membentuk lembaga ekonomi, dan kegagalan dalam bidang moneter. Pada saat itu dibentuk
pula Deklarasi Ekonomi, tujuannya untuk mencapai tahap ekonomi sosialis
Indonesia dengan cara terpimpin.
2.
Masa Orde Baru (1967-1998)
Masa
orde baru identik dengan masa pemerintahan presiden Soeharto. Dikenal beberapa
tahapan pembangunan yang menjadi agendanya. Orde baru mengawali rezimnya dengan
menekankan pada prioritas stabilitas ekonomi dan politik. Program pemerintah
berorientasi pada pengendalian inflasi, penyelamatan keuangan Negara, dan
pengamanan kebutuhan pokok rakyat. Pemerintah mengharapkan kebijakan ekonomi
yang baru melalui pendekatan demokrasi pancasila, dan secara perlahan campur
tangan pemerintah dalam perekonomian mulai masuk.
Pentingnya
aspek pemerataan disadari betul dalam masa ini sehingga muncul istilah 8 jalur
pemerataan sebagai basis kebijakan ekonominya yaitu:
a) Kebutuhan Pokok.
b)
Pendidikan dan
Kesehatan.
c)
Pembagian
Pendapatan.
d)
Kesempatan Kerja.
e)
Kesempatan
Berusaha.
f)
Partisipasi
Wanita dan Generasi Muda.
g)
Penyebaran
Pembangunan.
h)
Peradialan.
Agar
implementasi kebijakan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan terencana,
maka kebijakan tersebut dilaksanakan dengan sebutan pola umum pembangunan
jangka panjang dan berlangsung dalam periodisasi lima tahunan sehingga dikenal
dengan sebutan PELITA(Pembangunan Lima Tahun). Pelita menunjukan hasil yang
signifikan dalam proses pembangunan ekonomi. Terbukti pada tahun 1984 Indonesia
berhasil swasembada beras, menurunkan angka kemiskinan meningkatkan partisipasi
pendidikan, penurunan angka kematian bayi, dan peningkatan sector industry,
berhasil dalam mengendalikan jumlah penduduk melalui program Keluarga
Berencana.
Sisi
negative dari Pelita adalah kerusakan serta pencemaran lingkungan hidup,
kerusakan sumber daya alam, ketimpangan pertumbuhan ekonomi antar daerah,
ketimpangan antar golongan pekerjaan, akumulasi utang luar negeri yang semakin
menumpuk serta muncul pula konglomerasi dan bisnis yang sarat korupsi, kolusi,
dan nepotisme. Meskipun orde baru berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
tetapi fundamental ekonomi justru rapuh. Titik kulminasi keterpurukan orde baru
berujung pada mundurnya Soeharto dari kursi presiden pada tanggal 21 mei 1998.
Terlepas dari berbagai kontroversi tentang perjalanan rezim orde baru, harus
diakui bahwa orde baru paling tidak telah meletakan dasar– dasar perekonomian
bagi rezim selanjutnya. Kondisi politik yang relative stabil menjadi modal bagi
tumbuhnya perekonomian secara baik.
3. Masa Reformasi (1998-sekarang)
Masa reformasi dianggap sebagai
tonggak baru perjalanan kehidupan bangsa Indonesia dari sisi sosial dan
politik. Muncul beberapa kebijakan yang kemudian menjadi landasan bagi
perjalanan sejarah bangsa Indonesia kedepan. Kebijakan yang paling menonjol
adalah pergeseran pengolahan pemerintahan dari sentralitis menjadi
desentralitis.
2.3 PDB, Pertumbuhan Ekonomi, Perubahan Struktur Ekonomi Indonesia
2.3.1 Produk
Domestik Bruto
Produk
Domestik Bruto adalah disingkat (PDB) yaitu jumlah nilai
tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha
dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai
barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. PDB atas dasar
harga
berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan
harga yang berlaku pada setiap tahun, sedangkan PDB atas dasar harga konstan
menunjukkan nilai tambah barang dan jasa tersebut yang dihitung menggunakan
harga yang berlaku pada satu tahun tertentu sebagai dasar. PDB atas dasar harga
berlaku dapat digunakan untuk melihat pergeseran dan struktur ekonomi, sedang
harga konstan digunakan untuk mengetahui pertumbuhan ekonomi dari tahun ke
tahun.
2.3.2 Faktor-faktor Penentu Prospek Pertumbuhan Ekonomi
Indonesia
Secara
garis besar, terdapat sedikitnya 2 (dua) faktor yang menentukan prospek
pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Adapun kedua faktor tersebut adalah faktor
internal dan eksternal.
1.
Faktor Internal Krisis ekonomi pada
tahun 1998 yang disebabkan oleh buruknya fundamental ekonomi nasional, serta
lambatnya proses pemulihan ekonomi nasional pasca peristiwa tersebut
menyebabkan banyak investor asing yang enggan (bahkan hingga sampai saat ini)
menanamkan modalnya di Indonesia. Kemudian proses pemulihan serta perbaikan
ekonomi nasional juga tidak disertai kestabilan politik dan keamanan yang
memadai, penyelesaian konflik sosial , serta tidak adanya kepastian hukum.
Padahal faktor-faktor non ekonomi inilah yang merupakan aspek penting dalam
menentukan tingkat resiko yang terdapat di dalam suatu Negara untuk menjadi
dasar keputusan bagi para pelaku usaha atau investor terutama asing, untuk
melakukan usaha atau menginvestasikan modalnya di Negara tersebut.
2.
Faktor Eksternal Kondisi perdagangan
dan perekonomian regional serta dunia merupakan faktor eksternal yang sangat
penting untuk mendukung proses pemulihan ekonomi di Indonesia. Mengapa kondisi
perdagangan dan perekonomian regional atau dunia tersebut dinilai penting?
Sebab, apabila kondisi perdagangan dan perekonomian Negara-negara
tersebut terutama mitra Indonesia sedang melemah, maka akan berdampak
pula pada proses pemulihan yang akan semakin mengulur waktu dan akibatnya dapat
menghambat kemajuan perekonomian di Indonesia.
Selain
itu, terdapat juga beberapa faktor yang dianggap penting dalam menunjang
pertumbuhan ekonomi suatu negara, yaitu:
·
Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi
juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting
dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada
sejauh mana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki
kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses.
BAB III
Penutup
3.1
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan diatas maka kita dapat mengetahui
sistem perekonomian apa yang ada di Dunia khususnya Indonesia. Kita juga
mengetahui bagaimana sejarah panjang dari perkembangan ekonomi Indonesia pada
masa pra kolonialisme, era pendudukan jepang, orde lama, orde baru, dan
reformasi. Kita juga bisa mengetahui bahwa prospek pertumbuhan ekonomi di
Indonesia terdiri dari dua faktor yakni faktor eksternal dan faktor internal.
Dari penjelasan diatas kita juga mampu menyimpulkan bahwa
sistem perekonomian
Indonesia sejak masa penjajahan hingga masa reformasi masih mengalami
beberapa gejolak. Perekonomian Indonesia masih jatuh bangun. Hal itu dapat
dilihat dari:
·
Tingkat kemiskinan yang masih tinggi.
·
Masih terjadi kesenjangan ekonomi antara penduduk yang
miskin dan kaya. “Yang kaya semakin
kaya, yang miskin semakin miskin.”
kaya, yang miskin semakin miskin.”
·
Tingkat pengangguran masih tinggi dikarenakan jumlah
lapangan pekerjaan yang tersedia tidak
sebanding dengan jumlah angkatan kerja.
sebanding dengan jumlah angkatan kerja.
·
Maraknya para koruptor karena hukum di negeri ini kurang
tegas dan masih mudah dijadikan
bahan penyelewengan (Indonesia termasuk dalam 5 terbesar Negara terkorup didunia).
bahan penyelewengan (Indonesia termasuk dalam 5 terbesar Negara terkorup didunia).
·
Jatuh bangunnya nilai rupiah
terhadap dolar.
·
Memiliki banyak hutang kepada negara
lain.
Kebijakan-kebijakan
yang telah dibuat di masa Reformasi diharapkan semakin membuat perekonomian
Indonesia menjadi maju karena seharusnya pemerintahan masa reformasi sudah belajar dari kesalahan di masa-masa sebelumnya.
Pemberantasan Korupsi semakin ditingkatkan dan para pejabat negara perlu
menyadari bahwa hutang Indonesia terhadap Luar Negeri masih sangat banyak.
Kesenjangan sosial pun perlu dihilangkan. Para calon legislatif atau calon
wakil rakyat jangan hanya mengumbar janji mengenai kesejahteraan perekonomian
masyarakat, tetapi harus melakukan aksi tindakan yang nyata.
3.2
Saran
Dalam
kesempatan ini kami memberikan kesempatan kepada para pembaca untuk memperbaiki
kesalahan baik dalam penulisan ataupun susunan kata dalam makalah ini.Karena
kami sangat menerima segala kritik dan saran dari para pembaca.
Daftar Pustaka

Comments
Post a Comment