#TULISAN
2 ( Dosen S Tiwi Anggraeni )
Kuliner Menjadi Peluang Bisnis
PENDAHULUAN
Didalam ilmu perekonomian, bisnis
digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi atau masyarakat luas.
Digunakan pula untuk kegiatan tukar menukar barang atau jasa dengan alat
pembayaran yang saling memberikan keuntungan kedua pihak. Pelaku bisnis sudah
menjamur dimana- mana tanpa mengenal batasan umur, dari kalangan pelajar,
mahasiswa, orangtua, sampai lansia yang masih produktif untuk berbisnis.
Kuliner menjadi peluang bisnis, yang
saat- saat ini banyak ditekuni oleh
orang- orang. Banyak orang-orang yang awalnya hanya hobby dalam memasak tetapi
dengan seiring berjalannya waktu ia memfokuskan hobby memasaknya dalam bisnis
kuliner.
Perkembangan bisnis kuliner di Indonesia cukup
pesat, dan hampir setiap wilayah tak lepas dari keistimewaan kulinernya. Hal
itulah yang menyebabkan para pebisnis khususnya dibidang kuliner berlomba-lomba
untuk menciptakan inovasi baru dalam menciptakan sebuah hidangan kuliner.
ISI
Usaha
kuliner dikatakan sebagai suatu jenis
usaha yang tidak akan pernah mati atau habis. Hal ini dikarenakan bisnis
kuliner berhubungan dengan makanan yang merupakan kebutuhan pokok manusia, dan
secara otomatis kuliner akan menjadi peluang bisnis yang menjanjikan karena
akan dicari oleh semua orang untuk memenuhi kebutuhan tubuhnya.
Indonesia terkenal atas keanekaragaman
budaya dan setiap wilayah memiliki makanan khas sendiri, dan hal itulah yang
menyebabkan Indonesia merupakan salah satu negara yang sering dikunjungi oleh
wisatawan asing hanya untuk mencicipi makanan khas daerah Indonesia.
Orang yang menggeluti bisnis dibidang
kuliner sudah dapat mengirakan bahwa permintaan akan makanan akan terus
meningkat. Usaha dibidang kuliner dimulai dari modal kecil seperti produksi
makanan ringan, warung makanan sederhana, sampai yang bermodal besar seperti
usaha catering, kafe, toko kue, sampai restaurant. Itu semua tergantung dari
modal yang kita punya untuk melakukan usaha kuliner.
Hal- hal yang penting diperhatikan
untuk membuka usaha dibidang kuliner:
a)
Menentukan faktor ketersediaan bahan baku
Kita harus tahu dimana kita mendapat bahan baku
untuk usaha kuliner yang kita tekuni. Kita harus mempunyai bahan baku yang
berkualitas untuk menjaga kualitas dari makanan itu sendiri. Dan pastikan kita bekerja
sama dengan penyedia bahan baku atau supplier yang terdekat dengan lokasi usaha
yang kita miliki. Jika kita mempunyai modal besar kita bisa menggunakan bahan
yang diimpor dari negara lain.
b)
Menentukan konsep usaha kuliner yang disesuaikan
dengan keadaan pelanggan potensial usaha anda
Menentukan menu-menu yang dihidangkan sesuai dengan
konsep, seperti konsep restaurant, kafe, rumah makan tradisional, rumah makan
bergaya eropa, atau rumah makan berkonsep modern. Konsep tempat dan makanan
harus serasi begitu juga dengan pemilihan nama usaha yang menjadi daya tarik sendiri
bagi pembeli.
c)
Memperkirakan berapa lama menu dimasak
Memperhatikan dan memperkirakan berapa lamanya
masakan dimasak, karena ada makanan yang harus dimasak dengan waktu yang lama dan
menyita waktu untuk teliti dalam memasaknya, dan ada juga makanan yang
persiapannya cepat. Hal ini harus diperhatikan agar pelanggan tidak bosan untuk
menunggu pesanan makanannya.
d)
Menentukan jumlah menu yang masuk akal
Menentukan jumlah menu andalan juga menjadi hal yang
penting diperhatikan. Mempunyai banyak menu tidak dapat memastikan sebuah usaha
kuliner anda maju, bisa saja dengan menu-menu yang sedikit tetapi kita terfokus
terhadap pelayanan dan cita rasa dari masakan mampu menyukseskan usaha kuliner
yang anda miliki. Atau menggunakan sistem rotasi yang digunakan oleh restaurant
di luarnegeri yang dimana setiap minggu akan ada variasi menu yang berubah-
ubah.
e)
Rasa makanan
Rasa makanan sangat penting dan berpengaruh besar
bagi kesuksesan usaha kuliner, karena dengan cita rasa makanan yang enak
dilidah mampu mempertahankan pembeli menjadi pelanggan setia untuk usaha
kuliner kita. Jika rasa makanan kita enak dan berbeda dengan rumah makan lain
ini juga merupakan kekuatan positif yang dimiliki usaha kuliner kita.
f) Peminat
Kita harus tau juga apakah kuliner yang kita pilih
tersebut banyak diminati oleh pembeli atau tidak. Jika tidak, coba cari usaha
kuliner yang lain yang banyak diminati oleh lidah orang asia, timur, atau
barat, bahkan anda bisa mengkombinasikan rasa dari lidah orang asia, barat atau
timur dalam satu menu makanan.
g)
Lokasi strategis
Lokasi menjadi hal yang penting pula dalam berusaha,
khususnya kuliner. Kita bisa memasarkan jajanan kuliner kita ditempat umum yang
banyak orang lalui seperti tempat pemukiman warga, tempat wisata, perkantoran,
sekolah, dan lokasi lain yang terjangkau untuk para pembeli.
h)
Modal
Modal yang diperlukan untuk usaha kuliner bersifat
fleksibel. Karena dalam usaha kuliner, modal dapat dimulai dari modal yang kecil
sampai modal yang besar, tanpa mengurangi kuantitas dan kualitas dari makanan
yang kita punya. Itu semua tergantung kecerdasan kita dalam mengelola modal
sesuai dengan kebutuhan usaha kuliner kita sendiri.
PENUTUP
Para
pebisnis yang memulai bisnisnya dibidang kuliner harus memiliki jiwa yang
kompetitif yang sehat , tidak takut untuk berinovasi dengan meracik bumbu-bumbu
sehingga menemukan kuliner yang bercita rasa tinggi dan unik sehingga memiliki
daya minat yang tinggi dari konsumen. Dan mau berinteraksi dengan konsumen
untuk menerima kritik dan saran yang membangun untuk usaha kuliner yang ia
miliki.
Jangan takut untuk memulai usaha bisnis kuliner dari nol.
Apapun resiko yang akan dihadapi dalam berbisnis yakinkan semua potensi yang
anda miliki mampu membuat usaha anda maju dan sukses. Kunci untuk menjadi
pebisnis yang hebat yakni tidak pernah menyerah dan mau terus menciptakan
inovasi baru sesuai dengan permintaan pasar konsumen.
REFERENSI
:
Comments
Post a Comment