#TULISAN 8 ( Dosen S Tiwi Anggraeni )
Ibu Susi Pengepul
Ikan menjadi Menteri Perikanan
PENDAHULUAN
Pernah mendengar kalimat “Never lose hope, because it is the key to
achieve all your dreams” Jangan pernah kehilangan harapan, karena itu
adalah kunci untuk meraih semua mimpi anda. Kalimat ini dapat menjadi motivasi
untuk para pengusaha yang mengalami jatuh bangun dalam bisnisnya.
Seperti kisah Ibu Susi Pudjiastuti yang semasa
kecilnya menjadi pengepul ikan dan sekarang menjadi pengusaha pemilik PT ASI
Pudjiastuti Marine Product, pengusaha kegiatan eksportir hasil- hasil perikanan
dan memiliki penerbangan Susi Air. Selain itu kesuksesan yang dicapai beliau
yakni menjadi menteri perikanan.
Hanya bermodalkan ijazah SMP??? Mungkin
banyak orang yang menanyakan bagaimana bisa seorang wanita yang hanya
bermodalkan ijazah SMP dapat menjadi seorang menteri perikanan di Indonesia. Ini
semua karena You are the creator for your
own future. Anda adalah pencipta masa depan anda sendiri.
ISI
Akhir- akhir ini Susi Pudjiastuti
mencuri perhatian banyak masyarakat, karena kisah sukses yang diraihnya saat
ini tidak semudah apa yang kita pikirkan. Wanita yang penuh semangat ini
menjalani kehidupannya dari nol. Lulus dari SMP, ia sempat melanjutkan
pendidikan di SMAN Yogyakarta tapi ia berhenti sekolah karena dikeluarkan dari
sekolah akibat keaktifannya dalam gerakan Golput.
Dengan bermodal ijazah SMP dan
bermodal Rp 750.000,00 hasil Ia menjual perhiasan, Ia mulai mengawali bisnisnya
sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnis yang ia lakukan terus berkembang, sampai
pada tahun 1996 ia mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine
Product dengan produk berupa lobster dengan merek “Susi Brand”
Karena bisnis usaha perikanannya semakin meluas ke
Asia dan Amerika, ia membutuhkan transportasi udara untuk mengangkut lobster
dengan cepat dan menjaga kualitas kesegaran dari lobster itu sendiri. Susi Air
adalah pesawat terbang yang digunakan untuk mengantar lobster dan ikan segar
menuju kawasan di Asia dan Amerika.
Perjalanan karir Ibu Susi Pudjiastuti tidak semulus
yang kita bayangkan, ketika usaha dibidang perikanan mengalami penurunan, ia
menyewakan pesawatnya untuk mengangkut hasil laut dalam misi kemanusiaan. Tidak
disangka, selama tiga tahun berjalan perusahaan penerbangan yang di tekuni Ibu
Susi pun terus berkembang. Sampai sekarang Ibu Susi memiliki 45 pesawat terbang
dengan berbagai jenis.
Ibu Susi memperoleh banyak prestasi dan penghargaan
atas kesuksesan beliau dari berbisnis. Dari kisah Ibu Susi Pudjiastuti, kita bisa
mengambil sebuah pelajaran, bahwa jika kita mempunya mimpi besar kita juga
harus memiliki usaha besar untuk mewujudkan mimpi-mimpi besar tersebut agar
menjadi nyata.
Kesuksesan lainnya yang dilakukan beliau adalah
dengan mengesahkan Pengadilan Perikanan di Ambon dan Maluku. Ibu Susi
Pudjiastuti memperkuat wilayah kemaritiman Indonesia, menjaga kekayaan laut
Indonesia, mencegah terjadinya pencurian kekayaan laut Indonesia. Beliau juga menenggelamkan
kapal asing yang mencuri kekayaan laut Indonesia.
Banyak sekali kisah-kisah nyata seorang pengusaha
yang memulai karirnya dari nol dengan modal yang pas-pasan, tetapi nyatanya Ia
mampu bersaing, berkembang, dan bertahan menjadi bisnis yang menjanjikan.
PENUTUP
Untuk melakukan sebuah usaha sendiri
memang tidak terlalu dipentingkan pendidikan yang sangat tinggi dengan gelar-gelarnya,
tapi ada baiknya pendidikan dan prestasi pendidikan menjadi motivasi tambahan
untuk terus berkarya. Bayangkan saja Ibu Susi Pudjiastuti yang hanya berijazah
SMP mampu meraih kesuksesan yang terus menerus, itu adalah wujud nyata bahwa
status pendidikan tidak menjadi penghalang untuk semua orang yang ingin terus
berusaha meraih kesuksesan. Banyak juga orang yang memiliki gelar tapi tidak
memiliki penghasilan yang besar bahkan menjadi pengangguran. Apa sebabnya? Karena
orang tersebut tidak memiliki skill untuk berwirausaha.
Bagaimana dengan modal? Mungkin modal adalah masalah
utama, tapi dengan modal kecil pun kita dapat memulai berbisnis. Seperti awal
karir Ibu Susi Pudjiastuti yang bermodal Rp 750.000,00 dan bisa terus
mengembangkan bisnisnya dibidang kemaritimian, dan transportasi udara dengan
sukses gemilang.
Don’t dream too
often, however, take action as often as possible! And don’t worry about
failure, but worry about the chance that you miss!
REFERENSI
Comments
Post a Comment