#TULISAN 9 ( Dosen S Tiwi Anggraeni )
Program 3 Kartu Sakti Ala Pak Jokowi
PENDAHULUAN
Siapa yang tidak kenal Ir. H. Joko Widodo, presiden
Indonesia yang sangat dekat dihati para masyarakat. Ir. H. Joko Widodo yang
akrab disapa Pak Jokowi sebelumnya menjabat sebagai Walikota Surakarta (Solo) dan
menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sosok seorang pemimpin yang dekat dengan
masyarakat yang turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung permasalahan
yang ada di masyarakat dan mencari solusi yang tepat.
Banyak program- program yang dicanangkan oleh Pak Jokowi
seperti “3 Kartu Sakti” yakni Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia
Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program 3 kartu sakti tersebut
menuai kritik bahkan dukungan. Lalu apa kegunaan dari “3 Kartu Sakti Ala Pak
Jokowi” ??
ISI
Menurut spesialis
Komunikasi dan Hubungan Luar Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)
yakni Regi Wahono, masing-masing kartu memiliki fungsi yang berbeda- beda
sesuai dengan kebutuhan dan situasi kondisi yang dihadapi oleh masyarakat.
Seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang berfungsi sebagai
kartu untuk berobat, yang bisa dibawa oleh masyarakat jika ingin berobat. Dalam
penggunaannya Kartu Indonesia Sehat tidak bisa diwakilkan karena setiap orang
akan memperoleh KISnya masing-masing.
Sedangkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) ditunjukan untuk
anak- anak pelajar atau anak- anak yang putus sekolah yang ada di Indonesia agar
dapat kembali mengenyam pendidikan. Dan pemberian kartu ini berdasarkan
perekonomian yang masih tergolong kurang mampu, agar diprioritaskan terlebih
dahulu untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik. Kartu ini dapat digunakan
di sekolah swasta ataupun sekolah negeri.
Selanjutnya Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) berguna untuk
memberikan bantuan sosial langsung kepada warga. KKS dapat digunakan selama 5
tahun. Dananya bisa diambil melalui kantor pos dengan menggunakan nomor ponsel
yang sudah dibagikan di mana berfungsi layaknya rekening. Nomer ponsel yang
dimaksud berupa kartu sim card dari provider yang berfungsi sebagai e-money atau Layanan Keuangan Digital. Melalui
LKD, masyarakat tidak lagi dibatasi oleh keberadaan bank atau ATM. Mereka juga
bisa mengambil atau mengirim dana lewat telepon seluler, serta bisa mengambil
dana secara langsung maupun secara bertahap.
Banyak
masyarakat yang mendukung program tersebut contohnya saja Investor. Investor
menyadari bahwa tantangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah ledakan
jumlah penduduk. Jika ledakan jumlah penduduk ini tidak bisa diatasi dengan
baik hal ini akan menimbulkan berbagai masalah yakni kemiskinan, kesehatan,
pendidikan, dan lain-lain yang mengancam perekonomian masyarakat Indonesia.
Menurut
Thomas Lembong seorang Investor program yang dicanangkan oleh Pak Jokowi sangat
bagus. Menurutnya dimasa yang akan datang sektor komoditi tidak bisa lagi
diandalkan sebagai penopang perekonomian. Harga sawit menurun, batu bara terus
tertekan, jadi yang bisa diandalkan untuk menopang perekonomian kelak adalah
produk bernilai tambah. Dimana kita membutuhkan orang-orang yang kreatif,
inovatif, dan orang-orang yang terdidik.
Dengan
adanya “3 Kartu Sakti Ala Pak Jokowi” peningkatan kualitas dan mutu kerja
sumber daya manusia akan semakin membaik untuk masa yang akan datang. Semakin banyak
orang-orang cerdas di Indonesia dengan adanya bantuan dari kartu yang diberikan
oleh Pak Jokowi.
PENUTUP
Semoga program- program yang dicanangkan oleh Pak
Jokowi berjalan dengan baik dan lancar. Semua aliran dana sampai ke tangan yang
tepat yakni masyarakat yang memang membutuhkan. Kita harus mendukung segala progam
yang baik untuk masyarakat, demi kesejahteraan bersama, kita tidak boleh
menilai segala program hanya dari satu sisi saja tetapi dari banyak sisi. Apakah
kegunaan dari program tersebut dan untuk siapa program tersebut. Dan kita juga
harus mengawasi kinerja dari pemimpin- pemimpin kita. Agar kita menjadi
masyarakat yang cerdas, yang mengetahui segala persoalan ekonomi, politik,
sosial yang di negara kita sendiri.
SUMBER:
Sumber gambar:

Comments
Post a Comment